logo.png

Bank Sampah Kediri resmi diluncurkan



 

 

LENSAINDONESIA.COM: Bank Sampah Kediri resmi diluncurkan di Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri, Senin (6/2/2017) malam.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Kediri, Abdullah Abubakar, Danramil Kota, Kapten Inf Harmadi, Kapolsek Kota, Kompol Totok Widiarto, Camat Kota, Herry Purnomo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan Dan Pertamanan Kota Kediri, Didik Catur,dan Kepala Kelurahan Dandangan, Suparno, Senin (06/02/2017).

Pada sambutannya Abdullah Abubakar mengatakan, mendirikan bank sampah adalah salah satu cara tepat, karena di tempat ini sampah sudah dipilah menurut jenisnya.

“Dan cara seperti ini sangat efektif mengurangi volume sampah yang semakin hari semakin terus bertambah. Sampah organik yang berupa dedaunan bisa diolah menjadi pupuk kompos yang berguna bagi petani untuk menyuburkan tanah, sedangkan sampah organik yang berupa kertas, kardus, plastik, kain dan kaleng bekas dengan tangan kreatif bisa dibuat kerajinan tangan seperti vas bunga, hiasan rumah, pernik-pernik, dan percah yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

Dari keterangan Kapten Inf Harmadi, tercatat terdapat 23 bank sampah yang tersebar di wilayah Kecamatan Mojoroto, antara lain berlokasi di BS Srikandi, yang berada di Kelurahan Campurejo; BS Melati, yang berada di Kelurahan Sukorame; BS Sri Wilis, yang berada di Kelurahan Pojok, serta 20 lokasi lainnya.

Sedangkan di Kecamatan Pesantren, terdapat 18 bank sampah, antara lain, BS Dahlia, yang berada di Kelurahan Blabak, BS Pesantren Jaya, yang berada di Kelurahan Pesantren, BS Bintang Tani yang berada di Kelurahan Jamsaren, serta 15 lokasi lainya.

Untuk bank sampah yang tersebar di wilayah Kecamatan Kota terdapat 30 lokasi, antara lain BS Harapan Sejahtera, yang berada di Kelurahan Pocanan, BS Kusuma ,yang berada di Kelurahan Dandangan, BS Tamansari, yang berada di Kelurahan Kaliombo, serta 27 lokasi lainnya.

Didik Catur menjelaskan pemanfaatan sampah organik dan anorganik untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayah Kota Kediri sudah mulai digalakkan. Dengan ide – ide cemerlang dari masyarakat, sampah yang awalnya tidak berguna dan menumpuk di tempat sampah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau pinggir jalan bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.


Sumber : lensaindonesia.com