logo.png

Keluhan Warga Langsung Dijawab di Kopi Tahu


Menurut penuturan salah seorang warga, dengan adanya program PRODAMAS, kini di lingkungannya menjadi terang lantaran saat ini sudah banyak terpasang lampu penerangan jalan umum (PJU)

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Program Kopi Tahu yang dicanangkan oleh Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar sangat dirasakan masyarakat. Sebab, segala keluhan yang ada di warga Kota Kediri langsung mendapat jawaban dari Walikota Kediri. 

Kopi Tahu di tahun 2017 di gelar kedua ini di Kelurahan Singonegaran, Selasa (7/2) malam. Seluruh warga di kelurahan tersebut hingga Ketua RT/RW berkumpul menyampaikan keluh kesahnya ke Walikota Kediri. Bahkan banyak juga yang menyampaikan dukungan atas program pemberdayaan masyarakat (PRODAMAS) yang dicanangkan walikota karena manfaat yang begitu besar dirasakan masyarakat Kota Kediri. 

Seperti yang disampaikan Choiri, salah satu warga setempat mengaku dengan adanya program PRODAMAS, kini di lingkungannya menjadi terang lantaran saat ini sudah banyak terpasang lampu penerangan jalan umum (PJU). "Terima kasih Pak Wali, dengan program PRODAMAS yang sebelumnya lingkungan kami minim lampu, kini sudah terang karena dengan dana PRODAMAS kami dapat membeli lampu PJU," ujarnya. 

Masih banyak usulan langsung dari warga Singonegaran yang langsung didengar Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Bahkan selain usulan itu, ada juga warga yang meminta saran terhadap walikota tentang menekan masalah kenakalan anak remaja seperti seks bebas, narkoba, hingga prostitusi pada anak sekolah. 

Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menegaskan, kunci pengawasan anak selain di sekolah adalah kembali ke orang tua. Ia mencontohkan seperti halnya pada kebebasan gadget pada anak sekolah. "Saya harap selain di sekolah, untuk orang tua dapat mengurangi penggunaan gadget di kalangan anak yang masih belum waktunya memegang gadget. Sebab dalam gadget terdapat hal yang negatif dan positif. Jadi cara untuk memfilter adanya kenakalan remaja terutama pada pergaulan dan perkembangan zaman yakni pada larangan penggunaan gadget pada anak," tegasnya.

 

Sumber : surabayapagi.com