logo.png

OJK Gelar Pameran Perbankan Syariah di Kediri


ANTARA News Jawa Timur

OJK Gelar Pameran Perbankan Syariah di Kediri
Sejumlah pejabat OJK serta dari perwakilan Pemkot Kediri dalam kegiatan pameran perbankan syariah di Kediri, Jawa Timur, (17/2). Kegiatan itu melibatkan perbankan syariah yang digelar 17-19 Februari 2017. (foto Asmaul Chusna)
 
 di Kediri, potensi ekonomi, khususnya bidang industri, pendidikan, perdagangan, jasa, serta pariwisata cukup bagus, sehingga dengan dasar itu, menjadi salah satu pertimbangan kegiatan ini diselenggarakan di Kediri.
 
Kediri (Antara Jatim) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pameran perbankan syariah di Kediri, Jawa Timur, sebagai upaya memberikan edukasi pada masyarakat akan produk serta jasa layanan perbankan syariah.
     
Direktur Direktorat Penelitian, Pengembangan, Pengaturan, dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Deden Firman Hendarsyah mengemukakan Kediri terpilih sebagai lokasi kegiatan ini. Kegiatan ini diprakarsai perkumpulan "Marketing Communication" perbankan syariah nasional yang tergabung dalam "iB Marketing Communication Working Group" dengan OJK. 
     
"Di 2017 ini, 'iB Vaganza ini digelar di lima kota, Kediri, Medan, Mataram, Banjarmasin, dan Kendari. Memang kota itu dipilih karena berpotensi dari sisi industri," katanya saat menghadiri pembukaan kegiatan tersebut, di salah satu pusat perbelanjaan Kota Kediri, Jumat sore.
     
Ia mengatakan Kota Kediri dipilih oleh "Forum iB Marketing Communications Perbankan Syariah" sebagai kota pertama pelaksanaan kegiatan "iB Vaganza 2017". 
     
Pihaknya menilai, di Kediri, potensi ekonomi, khususnya bidang industri, pendidikan, perdagangan, jasa, serta pariwisata cukup bagus, sehingga dengan dasar itu, menjadi salah satu pertimbangan kegiatan ini diselenggarakan di Kediri.
     
Selain itu, di Kota Kediri terdapat pusat kajian pendidikan agama Islam, yaitu pondok pesantren yang berkembang cukup pesat serta menjadi pusat syiar Islam dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.
     
Namun, ia mengakui tantangan industri perbankan syariah masih sangat besar. Salah satunya, karena tingkat pemahaman mengenai perbankan syariah yang masih belum setinggi perbankan konvensional.
     
"Jadi, pemahaman mengenai perbankan syariah dibanding perbankan konvensional itu masih (selisih) cukup jauh. Jadi, dari sisi pemahaman ini merupaka tantangan terbesar bagi perbankan syariah," katanya.  
     
Pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi, salah satunya dengan menggelar pameran produk dan jasa keuangan perbankan syariah seperti yang diselenggarakan di Kediri ini.
     
Pihaknya berharap, dengan pemahaman agama Islam, masyarakat Kota Kediri baik serta potensi ekonomi yang dimilikinya, industri perbankan syariah bisa tumbuh pesat di kota ini.
     
Kegitan "iB Vaganza Kediri" ini digelar pada 17-19 Februari 2017. Acara ini diikuti sejumlah OJK, perbankan syariah, serta didukung asosiasi perbankan syariah Indonesia (Asbisindo). Beberapa perbankan syariah itu misalnya BRI Syariah, Bank Jatim Syariah, Bank Muamalat Indonesia, dan sejumlah perbankan syariah lainnya.
     
Acara ini dihadiri sejumlah tamu undangan. Selain dari jajaran OJK pusat serta daerah, juga Bank Indonesia Kediri, perwakilan Pemerintah Kota Kediri, serta sejumlah tamu undangan lainnya. 

Sumber : antarajatim.com