logo.png

Kaji Pengalihan Wewenang SMA/SMK Pemkot Wacanakan Hibah Bagi Siswa Berprestasi


AdaKitaNews

 

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Terkait pengalihan wewenang pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Pemerintah Kota Kediri mengaku bakal melakukan pengkajian secara maksimal. Salah satunya soal pemberian bantuan dana pendidikan.

Melalui acara Kopi Tahu di Kelurahan Setono Pande Kecamatan Kota Kediri, Mas Abu, sapaan akrab Walikota Kediri mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang dalam proses pengkajian terkait pengambil alihan wewenang pengelolaan SMA/SMK Negeri oleh Provinsi.

Pengkajian dilakukan lantaran hal itu bukan hal yang biasa, dan saat ini Dinas Pendidikan Kota Kediri sudah tidak membawahi SMA/SMK di Kota Kediri. “Kami masih akan kaji secara mendalam dan maksimal, karena harus ada beberapa langkah yang perlu diambil,” ujarnya, Jumat (17/02).

Diambil alihnya kewenangan sekolah oleh provinsi, secara otomatis pemerintah daerah juga tidak bisa memutuskan kebijakan secara tergesa-gesa. Antara lain terkait pemberian bantuan pendidikan bagi seluruh siswa di Kota Kediri.

Orang nomor satu di Kota Kediri ini mengaku, salah satu langkah yang mungkin bisa diambil yaitu dengan cara hibah. Itupun pihaknya masih perlu melihat dari beberapa siswa-siswi SMA/SMK di Kota Kediri, mana yang harusnya mendapat bantuan dan yang tidak. “Nanti kemungkinan kami ambil cara hibah, namun masih perlu kita kaji secara mendalam lagi,” cakap Mas Abu.

Dijelaskan, kemungkinan yang nantinya bakal didahulukan yakni siswa-siswi SMA/SMK yang tergolong kurang mampu serta yang prestasinya menonjol di sekolah. “Kemungkinan terlebih dahulu bagi yang kurang mampu serta siswa-siswi hiperaktif dalam artian berprestasi di sekolahnya,” imbuhnya singkat.

Seperti diketahui, pasca kewenangan pengelolaan pendidikan jenjang SMA/SMK diambil alih oleh provinsi, muncul banyak kegelisahan di masyarakat khususnya walimurid. Salah satunya terkait biaya pendidikan yang kabarnya sudah tidak bisa lagi dibackup oleh pemerintah daerah. Alhasil, walimurid dengan kemampuan ekonomi menengah kebawah pun takut jika natinya mereka tidak mampu memenuhi beban biaya pendidikan tersebut.(kdr4)

Keterangan gambar : Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar (tengah) saat acara Kopi Tahu di Kelurahan Setono Pande Kecamatan Kota Kediri.


Sumber : adakitanews.com