logo.png

Pemkot Kediri Kaji Subsidi SPP Siswa SMAN/ SMKN


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEDIRI (Realita)-  Peralihan pengelolaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pengganti Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Di sana disebutkan, manajemen pengelolaan SMA/SMK berada di tangan pemerintah provinsi. Kebijakan ini dinilai sangat meresahkan masyarakat daerah karena banyak bantuan biaya pendidikan dari pemerintah daerah, hilang. 

Seperti halnya di daerah kota Kediri, banyak warga yang menyesalkan dengan diberlakukannya aturan tersebut. Pasalnya pada saat ini pihak Pemkot Kediri tak lagi mensubsidi biaya sekolah, serta pakaian seragam yang sebelumnya gratis L.

Kepala Dinas Pendidikan Kota, Siswanto membenarkan banyaknya keluhan warga yang mempunyai anak bersekolah SMA dan SMK Negeri.

"Subsidinya sebesar Rp 70 ribu per siswa dan saat ini subsidi tersebut ditarik Pemkot karena Aturanya sekarang dalam penglolaanya ikut propinsi," kata Siswanto, Jumat (17/02).

Lebih lanjut Siswanto menjelaskan, jika bantuan dari Pemkot Kediri buat SMA dan SMK negeri sebelumnya banyak. Selain subsidi SPP buat siswa yang berjumlah sekitar 28 ribu lebih, ada juga subsido untuk seragam, sarana prasarana belajar dan kegiatan lainya.

" Namun keputusan MK belum final, semoga dikembalikan seperti sedia kala. Kasihan masyarakat," jelas Siswanto.

Terpisah Wali kota Kediri, Abdullah Abu Bakar  mengatakan, jika pihak pemerintah masih melakukan beberapa kajian mengenai Subsidi pada siswa.

 "Agar orang tua siswa tidak keberatan dengan biaya sekolah anaknya," kata Abu saat ditemui wartawan Jumat (17/02).


Sumber : realita.co