logo.png

Setonobetek: Rencana Relokasi di Dalam Pasar


 

 

 

KOTA – Pemkot berencana membangun Pasar Setonobetek secara bertahap. Makanya sebagian pedagang akan dipindah ke sisi belakang pasar yang masih kosong. Sedangkan kendaraan diparkir di Jl Sam Ratulangi, Kota Kediri.

“Kita relokasi tapi tetap di dalam pasar,” terang Saiful Yasin, direktur perusahaan daerah (PD) Pasar Joyoboyo, Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurut dia, yang pertama dibangun adalah gedung paling depan, yakni gedung B. Sehingga pedagang buah, pakaian, daging, dan ikan di sana dipindah ke bagian belakang. Tepatnya di sebelah utara pasar burung.

“Ada space kosong, kita perkirakan cukup untuk menampung sekitar 450 pedagang yang direlokasi,” tambahnya.

Karena masih berupa lahan kosong, Yasin berencana, membuatkan tempat berjualan sementara. Sehingga para pedagang tidak kepanasan atau kehujanan. Pembuatan los sementara juga untuk mengatur lapak-lapak pedagang. “Biar tertib, tidak semrawut,” urainya kepada wartawan koran ini.

Terkait kabar pedagang akan dipindah ke Lapangan Kaliombo, ternyata rencana tersebut hanya sekadar wacana. PD Pasar bersama Paguyuban Pedagang Pasar Setonobetek (Pastek) sepakat relokasi pedagang tidak ke luar pasar.

“Memang Lapangan Kaliombo menjadi salah satu alternatif tapi tidak kita ambil,” jelas Yasin.

Ada beberapa pertimbangan mengapa opsi tersebut tidak dilakukan. Menurut Yasin, relokasi pedagang di Lapangan Kaliombo dikhawatirkan mengganggu aktivitas masyarakat. Pasalnya, lapangan di belakang pasar loak tersebut kerap digunakan untuk area olahraga. “Diperkirakan pembangunan pasar berlangsung lama, makanya kita tidak ingin masyarakat Kaliombo terganggu,” papar pria berkacamata tersebut.

Selain itu, karena pembangunannya bertahap, tidak semua pedagang direlokasi. Makanya pilihan relokasi ke luar pasar tidak diambil. Karena diperkirakan para pedagang yang direlokasi akan menolak. “Kalau direlokasi satu ya harus direlokasi semua. Kalau tidak begitu pasti yang direlokasi pada protes,” tandasnya.

Jika memang demikian, apakah kondisi pasar tetap kondusif untuk berjualan? Yasin menyatakan, akan mengaturnya sedemikian rupa. Termasuk penataan parkir yang sebelumnya di lahan untuk relokasi.

Untuk sementara, parkir akan dipindah di sepanjang Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Setonopande. Karena ruas jalan relatif sempit, Yasin bekerjasama dengan dishub untuk mengondisikan. Yakni dengan menerapkan jalur searah.

“Entah nanti dari utara ke selatan atau sebaliknya. Tergantung dari dishub (dinas perhubungan),” jelas Yasin melalui sambungan telepon.

Lalu kapan mulai relokasi? Yasin belum bisa memastikan. Pasalnya tergantung dari dinas pekerjaan umum (DPU), kapan mulai lelang. “Terakhir koordinasi dengan PD Pasar, belum ada timeline pastinya, nanti ada rapat lanjutan,” ucapnya.

Terpisah, Maimunah, penjual daging ayam di gedung B Pasar Setonobetek, mengaku, mengikuti saja rencana pemkot. Asalkan tempat relokasi baru tidak sepi. Perempuan 42 tahun ini berharap, tempat jualan lebih baik setelah dibangun.

“Saya ikut saja yang penting dagangan tetap ramai,” terang perempuan yang tinggal di sekitar pasar tersebut.


Sumber : radarkediri.jawapos.com