logo.png

BPBD Kediri segera Benahi Jembatan Ambrol


BPBD Kediri segera Benahi Jembatan Ambrol

Kamis, 2 Maret 2017 20:46 WIB
BPBD Kediri segera Benahi Jembatan Ambrol
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat meninjau jembatan di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, yang ambrol tergerus air, Kamis (2/3). (foto istimewa )
 
 "Fondasi jembatan tergerus air, jadinya jika dilewati kendaraan roda empat sudah tidak kuat. Kami rapatkan dulu dengan instansi yang menangani,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kediri, Jawa Timur, berupaya segera memperbaiki jembatan di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kediri, menyusul fondasi jembatan itu ambrol diterjang derasnya air sungai.

"Fondasi jembatan tergerus air sehingga jika dilewati kendaraan roda empat sudah tidak kuat. Kami rapatkan dulu dengan instansi yang menangani," kata Kepala BPBD Kota Kediri Syamsul Bahri di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan perbaikan jembatan itu memang menjadi prioritas dan diharapkan bisa secepatnya dilakukan. Jembatan itu merupakan jembatan yang dimanfaatkan warga untuk segala aktivitas.

Jembatan itu berdiri di atas Sungai Kresek. Fondasi di dua sisi jembatan itu sudah tergerus dengan air sehingga sudah tidak kuat menyangga jembatan. 

Menurut dia, kejadian ambrolnya jembatan itu terjadi pada Rabu (1/3), menyusul dengan debit air yang melaju keras akibat hujan yang cukup deras di wilayah Kota Kediri.

Ia mengatakan wali kota juga sudah meninjau langsung lokasi jembatan yang ambrol itu, dan berharap bisa secepatnya dilakukan perbaikan. 

Pihaknya belum mengetahui pasti terkait nominal anggaran yang diperlukan untuk perbaikan jembatan tersebut. Untuk masalah anggaran, pihaknya akan koordinasi dengan instansi terkait.

"Jika bisa dibangun dengan belanja tidak terduga, akan dibangun, tapi jika tidak bisa dengan PAK (perubahan anggaran keuangan)," katanya.

Syamsul menambahkan, BPBD Kota Kediri sudah memberikan imbauan pada warga yang memanfaatkan jembatan itu untuk berhati-hati. Pihaknya memberikan peringatan, dengan harapan bisa meminimalisir hal yang tidak diinginkan, misalnya adanya warga yang menjadi korban ambrolnya jembatan tersebut.

Terkait dengan banjir di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, ia mengatakan banjir itu terjadi akibat meluapnya Sungai Bruno di daerah itu. Sekitar 60 warga terkena dampak banjir akibat meluapnya sungai tersebut.

Pihaknya menambahkan, BPBD sebelumnya telah mendapatkan informasi dari BMKG terkait dengan tingginya curah hujan di Jatim, termasuk di Kediri. Untuk itu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk waspada terkait dengan cuaca. 

BPBD Kediri, kata dia, juga telah memberikan bantuan pada warga terdampak banjir. Mereka diberikan paket berisi bahan pokok, yang diberikan pada 60 warga yang menjadi korban banjir itu. 

Sumber : antarajatim.com