logo.png

Pemkot Kediri Targetkan Investasi Tembus Rp 1 Triliun


 

 
 
 
Ilustrasi investasi dibidang properti

 

Ilustrasi investasi dibidang properti (Investor Daily / David Gitaroza)

Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menargetkan nilai investasi di kota ini menembus Rp 1 triliun dari berbagai sektor di 2017.

"Kami menargetkan nilai investasi yang masuk pada 2017 ini bisa Rp 1 triliun, itu naik ketimbang 2016 lalu yang hanya sekitar Rp 750 miliar," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kediri Moh Anang Kurniawan di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan nilai investasi yang ditarget hingga Rp 1 triliun itu dinilai tidak terlalu muluk. Pihaknya pun optimistis target itu bisa terealisasi.

Beberapa investasi sudah mulai masuk, dan bahkan beberapa ada yang sudah siap operasional.

Ia menyebutkan RSUD Gambiran II Kediri juga siap beroperasi. Diperkirakan, operasional rumah sakit itu akan dimulai pertengahan 2017 ini.

Selain itu, sejumlah investasi lain juga sudah masuk, misalnya perumahan, hotel, maupun sejumlah pertokoan. Sebagian data-data yang diajukan sudah masuk, dan tinggal mereka realisasikan.

Namun, ia menegaskan tidak bisa memberikan keputusan dengan begitu saja memberikan izin dan mengabaikan tata letak kota. Pemerintah tetap mengatur, termasuk tidak mengizinkan jika ada bangunan yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau.

Ada beberapa kawasan yang tidak sesuai dengan RTRW (rencana tata ruang wilayah) untuk investasi, misalnya yang seharusnya untuk lahan terbuka hijau, itu tidak bisa, ujarnya.

Anang akan menertibkan untuk data perusahaan ataupun instansi yang sebelumnya sudah terdata. Dimungkinkan, ada perkembangan usaha mereka, sehingga bisa dijadikan perbaruan data di Pemkot Kediri.

Anang akan memudahkan proses pengajuan perizinan, termasuk bisa diajukan dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan.

Sementara itu, guna mencapai target itu, Pemkot Kediri sudah memangkas sejumlah izin, sesuai dengan Perwali Nomor 35 Tahun 2015, yang memangkas dari 172 izin menjadi 56 izin. Selain itu, lama pengajuan juga lebih dipersingkat, hanya dalam beberapa hari sebagai upaya menarik investor masuk.

Di Kediri, terdapat sekitar 31.000 usaha dengan beragam jenis usahanya. Mereka tersebar di berbagai daerah di Kota Kediri, dari kecil hingga besar.

Sabtu, 04 Maret 2017 | 17:27
      Email
 
 
 
Ilustrasi investasi dibidang properti

Pemkot Kediri Targetkan Investasi Tembus Rp 1 Triliun

Ilustrasi investasi dibidang properti (Investor Daily / David Gitaroza)

Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menargetkan nilai investasi di kota ini menembus Rp 1 triliun dari berbagai sektor di 2017.

"Kami menargetkan nilai investasi yang masuk pada 2017 ini bisa Rp 1 triliun, itu naik ketimbang 2016 lalu yang hanya sekitar Rp 750 miliar," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kediri Moh Anang Kurniawan di Kediri, Sabtu.

Ia mengatakan nilai investasi yang ditarget hingga Rp 1 triliun itu dinilai tidak terlalu muluk. Pihaknya pun optimistis target itu bisa terealisasi.

Beberapa investasi sudah mulai masuk, dan bahkan beberapa ada yang sudah siap operasional.

Ia menyebutkan RSUD Gambiran II Kediri juga siap beroperasi. Diperkirakan, operasional rumah sakit itu akan dimulai pertengahan 2017 ini.

Selain itu, sejumlah investasi lain juga sudah masuk, misalnya perumahan, hotel, maupun sejumlah pertokoan. Sebagian data-data yang diajukan sudah masuk, dan tinggal mereka realisasikan.

Namun, ia menegaskan tidak bisa memberikan keputusan dengan begitu saja memberikan izin dan mengabaikan tata letak kota. Pemerintah tetap mengatur, termasuk tidak mengizinkan jika ada bangunan yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau.

Ada beberapa kawasan yang tidak sesuai dengan RTRW (rencana tata ruang wilayah) untuk investasi, misalnya yang seharusnya untuk lahan terbuka hijau, itu tidak bisa, ujarnya.

Anang akan menertibkan untuk data perusahaan ataupun instansi yang sebelumnya sudah terdata. Dimungkinkan, ada perkembangan usaha mereka, sehingga bisa dijadikan perbaruan data di Pemkot Kediri.

Anang akan memudahkan proses pengajuan perizinan, termasuk bisa diajukan dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan.

Sementara itu, guna mencapai target itu, Pemkot Kediri sudah memangkas sejumlah izin, sesuai dengan Perwali Nomor 35 Tahun 2015, yang memangkas dari 172 izin menjadi 56 izin. Selain itu, lama pengajuan juga lebih dipersingkat, hanya dalam beberapa hari sebagai upaya menarik investor masuk.

Di Kediri, terdapat sekitar 31.000 usaha dengan beragam jenis usahanya. Mereka tersebar di berbagai daerah di Kota Kediri, dari kecil hingga besar.


Sumber : beritasatu.com