logo.png

Pemkot Kediri Segera Realisasi Kampung Pendidikan


Harian Bhirawa Online

Wali Kota Kediri saat memaparkan Kampung Pendidikan pada peserta seminar.

Kota Kediri,  Bhirawa

Sebagai salah satu daerah yang mengikrarkan diri sebagai Kota layak anak,  Pemerintah Kota Kediri bakal merealisasikan program kampung pendidikan,  Kampung pendidikan dalam penerapan akan membatasi kegiatan menonton televisi dan media elektronik.
Dikatakan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ada beberapa faktor yang mendasari pengembangan kampung pendidikan di Kota Kediri ini. antara lain maraknya kasus kekerasan seksual pada anak, kurang pedulinya lingkungan pada anak-anak dan ketergantungan anak pada gadget. “Saya minya orang tua agar tidak memberikan hadiah berupa smartphone pada anak-anak. Karena dengan smartphone anak-anak jadi lupa waktu belajar. Padahal kewajiban dari seorang anak adalah belajar,” ujarnya.
Wali Kota menjelaskan penerapan kampung pendidikan sendiri, salah satunya dilakukan dengan memberlakukan jam wajib belajar bagi  anak-anak pada jam 18.00 hingga 20.00, dan orang tua diharapkan dapat mendampingi anak anak nya untuk belajar.
“Selain itu warga juga harus mematikan TV atau media elektonik pada jam tersebut. Orang tua juga wajib meletakkan telepon pintarnya agar fokus saat mendampingi anak belajar. Selain itu orang tua wajib menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan anak,” ungkap Wali Kota.
Wali Kota yang akrab disapa mas Abu ini menginginkan agar anak-anak di Kota Kediri mendapatkan pendidikan dan perlindungan dari keluarga serta lingkungan. untuk itu peran orangtua sangat penting dalam menyiapkan anak dalam menghadapi persaingan di masa depan. “Kita harus persiapkan anak-anak kita untuk dapat bersaing dengan negara lain. Jangan biarkan anak kita menjadi follower saja. Melalui kampung pendidikan ini semoga semua bisa terwujud,” tandasnya.


Sumber : harianbhirawa.co.id