logo.png

Bantu Korban Banjir Wali Kota Kediri Ingatkan Bahaya ‘Pembalap Masuk Got’


BANTUAN: Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar berbagi kebahagiaan dengan korban banjir Warga Kelurahan Bangsal (duta.co/nanang)

 

KEDIRI | duta.co –  Selalu saja ada istilah disampaikan Walikota Kediri, bila mengunjungi warganya. Seperti saat menyampaikan santunan bencana alam kepada warga Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren. Mas Abu, sebutan akrab Abdullah Abu Bakar, dalam kata sambutannya sebelum menyerahkan santunan kepada korban dampak banjir, meminta agar tidak membuang sampah khususnya pampers dan pembalap ke dalam got.

“Ya begini ini, jika pembalap masuk ke got, bertumpuk akhirnya banjir dan semua terkena dampaknya,” kata Mas Abu, kemudian disambut senyum simpul 45 kepala keluarga penerima santunan.

“Atas nama warga, kami sampaikan terima kasih atas bantuan dan bentuk kepedulian, Mas Abu,” sambut Yuni Eko Purwanto, Ketua RT 01 RW 04 Kelurahan Bangsal.

Kepada para undangan yang sebagian besar ibu-ibu, Mas Abu meminta agar tidak membuang sampah sembarangan apalagi dibuang di got. “Fungsi got itu untuk aliran air, bukan tempat sampah. Saya lihat ada pembalap yang masuk got juga,” jelasnya.

Menyebut kata pembalap, sontak para ibu-ibu tak kuasa menahan tawa. Begitu juga, orang nomor satu di Kota Kediri, meminta untuk sampah lain, seperti pampers atau sampah plastik lainnya agar disediakan tempat khusus.

Usai memberikan bantuan, Mas Abu pun kemudian meminta sejumlah warga untuk mengantar ke lokasi pusat banjir, seperti usulan disampaikan Ibu Sri dan Ibu Endang untuk melihat langsung. Terlihat Walikota bersama Kepala BPBD, Samsul Bahri dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sunyata terlihat bicara serius di lokasi penampungan air berada di belakang garasi Bis Hasti. “Tolong secepatnya dibuatkan jalur khusus, agar air segera mengalir kesini dan diberi sumur resapan,” saran disampaikan wali Kota.


Sumber : duta.co