logo.png

Disdik Pastikan Kesiapan Ujian Berbasis Komputer untuk SMP/MTs


ANTARA News Jawa Timur

  Disdik Pastikan Kesiapan Ujian Berbasis Komputer untuk SMP/MTs
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto. (foto Asmaul Chusna)
 
 "Secara fisik, untuk ujian SMP/MTs baik negeri maupun swasta kami berikan peralatan komputer jinjing, tanpa terkecuali, sehingga siap untuk ujian secara 'online'," 
 
Kediri (Antara Jatim) - Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jawa Timur, memastikan kesiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) maupun madrasah tsanawiyah (MTs) baik negeri dan swasta.
     
"Secara fisik, untuk ujian SMP/MTs baik negeri maupun swasta kami berikan peralatan komputer jinjing, tanpa terkecuali, sehingga siap untuk ujian secara 'online'," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto di Kediri, Senin.
     
Ia mengatakan, sesuai dengan rencana pemerintah, UNBK 2017 untuk SMP/MTS akan digelar dua gelombang sebagai solusi untuk masalah kekurangan komputer. 
     
Gelombang pertama UN SMP/MTs akan berlangsung pada 2, 3, 4, dan 15 Mei 2017, sedangkan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 8, 9, 10, dan 16 Mei 2017.
    
Namun, ia memastikan untuk masalah komputer di Kota Kediri semua sekolah sudah mempunyai, sehingga bisa menyelenggarakan UNBK tersebut. Di Kediri, terdapat 40 sekolah SMP/MTs dengan jumlah sekitar 6.000 pelajar, dan semuanya sudah bisa memanfaatkan komputer.
    
Pihaknya mengaku secara bertahap memberikan komputer itu. Dinas Pendidikan Kota Kediri bahkan menganggarkan lebih dari Rp15 miliar untuk pengadaan komputer jinjing itu, yang dilakukan sejak 2015 yang diberikan pada sekolah untuk siswa.
     
Siswanto menegaskan, pemkot menginginkan agar semua sekolah, terutama SMP/MTs siap melakukan ujian nasional. Pihaknya meminta sekolah intensif memberikan pelatihan, sehingga anak-anak pun tidak "Demam" saat ujian berlangsung.
     
"Kami lakukan 'Try out", dengan menggunakan komputer jinjing, sehingga anak-anak tidak 'demam' (bingung), memegang komputer jinjing," katanya.
     
Ia menyebut, hingga kini dinas pendidikan sudah dua kali mengadakan "Try out" pada para pelajar tersebut. Rencananya, dinas pendidikan akan sekali lagi mengadakan ujian serupa, sehingga anak-anak pun akan lebih siap mengikuti UNBK.
     
"Dari pemkot ada tiga, dan sudah dua kali menyelenggarakan 'Try out', jadi tinggal sekali. Namun, sekolah bisa menyelenggarakan sendiri," katanya.
     
Untuk target UNBK SMP/MTs di Kediri, Siswanto berharap semua pelajar bisa memenuhi standar lulus semua. Ia pun berharap, pelaksanaan ujian ke depannya mereka bisa mendapatkan nilai bagus dan jujur.
     
Pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik untuk ujian nasional (UN) maupun ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Penyelenggaraan UN dijadwalkan berlangsung pada April sampai dengan Mei tahun 2017.
    
Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, ujian berbasis komputer dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, integritas, dan kehematan pelaksanaan ujian nasional. 
     
Mendikbud juga mengimbau dinas pendidikan untuk mendata jumlah komputer di sekolah-sekolah di wilayahnya, serta mencari solusi terbaik dalam mengadakan fasilitas komputer untuk pelaksanaan UN.

Sumber : antarajatim.com