logo.png

Seleksi Paskibra Kota Kediri


 

Kediri, koranmemo.com – Setelah pra-seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dua minggu lalu, Selasa (21/3), para pelajar yang lolos mengikuti tahapan selanjutnya.  Seleksi yang diadakan di GOR Jayabaya Kota Kediri ini, diikuti oleh 231 pelajar tingkat SMA sederjat.  Selanjutnya, dari jumlah pelajar tersebut hanya akan diambil 72 pelajar yang selanjutnya akan langsung mengikuti pembinaan sebagai Paskibra Kota Kediri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Nur Muhyar melalui Kepala Bagian Kepemudaan, Sumarwanto menjelaskan, di seleksi kali ini, para pelajar harus menjalani sejumlah tes.  Pertama-tama, mereka harus mengikuti tes tulis untuk melihat tingkat intelektual mereka.  “Paskibra itu bukan hanya harus pintar di bidang PBB, namun juga secara akademik,” ujar Sumarwanto.

Selanjutnya, pelajar juga mengikuti tes wawancara dan unjuk bakat.  Sama, tujuannya adalah untuk menjaring para pelajar terbaik yang ada di Kota Kediri.  “Tadi sudah diuji dari segi akademik.  Setelah itu, giliran soft skill-nya yang juga harus diuji, agar kami bisa mendapatkan para anggota paskibra yang terbaik yang ada di Kota Kediri,” tuturnya.

Salah satu peserta seleksi, Niko Adrianata, siswa SMA Negeri 7 Kota Kediri berharap dia bisa lolos seleksi kemarin dan menjadi bagian dari paskibra kota.  Dengan begitu, mimpinya untuk menjadi bagian dari salah satu pengibar bendera di Istana Negara pun juga akan semakin dekat.  “Dari kota biasanya diambil satu putra dan satu putri untuk mewakili ke provinsi.  Setelah itu mungkin bisa terpilih untuk mewakili Jawa Timur di Istana Negara,” ujarnya.

Selain untuk memenuhi mimpinya tersebut, menurut Niko, menjadi bagian dari anggota paskibra memiliki banyak manfaat.  Dia bisa mendapat banyak teman, pengalaman, dan yang paling penting paskibra bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan yang tinggi dari dalam dirinya.  “Jadi bagi saya, menjadi bagian paskibra itu lebih banyak untungnya daripada ruginya,” kata Niko.

Untuk diketahui, sebelum seleksi kemarin, pada pra seleksi para pelajar didata tinggi dan berat badannya.  Panitia mengambil para pelajar dengan tinggi untuk putra minimal 172 centimeter dan untuk putri minimal 161 centimeter, dengan berat badan ideal.  Selain itu mereka juga mengikuti tes dasar PBB dan dibariskan di lapangan untuk tes ketahanan.


Sumber : koranmemo.com