logo.png

Wawali Inginkan Warga Manfaatkan Program KB


ANTARA News Jawa Timur

Wawali Inginkan Warga Manfaatkan Program KB
Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah saat menjenguk salah satu peserta program keluarga berencana di sebuah rumah sakit di Kediri, Jawa Timur, Selasa (21/3). (foto istimewa )
 
"Sosialisasi program KB kepada pasangan usia subur sangatlah penting. Hal ini dimaksudkan supaya pasangan subur dapat menjalankan program KB agar terwujud keluarga kecil yang berkualitas,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menginginkan agar warga, terutama pasangan suami istri memanfaatkan program keluarga berencana, sebagai upaya mewujudkan keluarga kecil dan berkualitas.
     
"Sosialisasi program KB kepada pasangan usia subur sangatlah penting. Hal ini dimaksudkan supaya pasangan subur dapat menjalankan program KB agar terwujud keluarga kecil yang berkualitas," katanya dalam acara Pembinaan PPKBK (Program Pengembangan Kelompok Bidang Keilmuan) dan Sub PPKBK se-Kota Kediri di Kantor Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kediri, Selasa.
     
Ia mengatakan, pembinaan sangat penting dilakukan, dengan harapan program KB dapat terealisasi dengan maksimal. Kader yang melakukan pembinaan pun bisa lebih memahami tugasnya, sehingga pesan pentingnya untuk ikut KB bisa tercapai. 
     
"Idealnya dalam keluarga itu memiliki dua anak berkualitas, orangtua dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang yang tinggi. Sebagai kader penyuluh KB pun harus tahu bagaimana cara menciptakan keluarga yang tangguh dengan menikah pada usia yang tepat," katanya.
     
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumedi pemerintah sangat berharap pasangan menikah di usia ideal.       
     
"Dalam pernikahan idealnya berusia 20 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-lak," katanya.
    
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3AP2KB Andi Arafik menambahkan, pihaknya memang berupaya mengoptimalkan kinerja relawan. Saat ini, ada 619 relawan atau kader, yang diharapkan bisa menjadi kepanjangan tangan untuk merealisasikan program KB itu.
     
"Kader itu membantu memperlancar pelaksanaan tugas. Mereka memberikan motivasi pentingnya KB. Jadi, kami targetkan yang ikut KB sebanyak-banyaknya," katanya.
     
Sebenarnya, kata Andi, tingkat pertumbuhan penduduk di Kediri termasuk sedang. Namun, upaya untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan program KB harus terus dilakukan, dengan harapan masyarakat akan lebih sejatera.
    
Terkait dengan honor bagi kader, ia mengaku pemerintah sudah mengalokasikan sebesar Rp100 ribu per bulan. Nominal itu memang sedikit, namun diharapkan bisa membantu mereka. 
 

Dalam acara itu, selain sosialisasi dengan para kader, juga terdapat acara pelayanan program KB yang diberikan di RS Melinda Kediri.


Sumber : antarajatim.com