logo.png

Salam Metal Kapolres Kediri Kota Mengaku Kebal Racun Yang Membuat Ketagihan


SALAM METAL: Pejabat lama Kapolres Kediri Kota, AKBP Wibowo dan Walikota Abdullah Abu Bakar keduanya bersama istrinya memberikan salam metal dalam perpisahan tersebut (duta.co/nanang)

 

KEDIRI | duta.co – Suasana pisah kenal pejabat Kapolres Kediri Kota bertempat di Grand Panglima Restaurant, Rabu (22/3/2017) berlangsung penuh kekeluargaan. Dihadiri Forkompimda Kota Kediri, tokoh masyarakat, ulama dan ratusan anggota polisi. Saat memperkenalkan diri, AKBP Anthon Haryadi .SIK .MH mengaku kebal racun karena sebelumnya pernah menjadi sebagai kasat lantas dan Waka Polres. “Jika racunnya berupa ngetrail bersama, saya sudah kebal. Tinggal perlu belajar lagi, karena lama tidak naik motor trail,” jelas mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya.

Ada tradisi baru bagi pejabat di lingkungan Kepolisian dan TNI, disela – sela bertugas, disempatkan melakukan olah raga naik motor trail bersama. Memakai istilah racun, namun rupanya ini menjadikan ketagihan dan menjadikan keguyuban atas kekuatan tiga pilar di Kota Kediri. Seperti disampaikan pejabat lama, AKBP Wibowo menduduki jabatan baru Kapolres Serang, mengaku sempat beberapakali jatuh dan kini menjadi lihai naik motor trail.

“Saya terkena racun, biasanya mematikan ini malah menjadi ketagihan. Salah satu kegiatan ini menjadikan guyub, rukun dan menjaga kestabilan keamanan,” jelas Wibowo.

Bagi Wibowo, kembali ke Kota Serang serasa bernostalgia dimana usai lulus dari Akpol, pernah bertugas di Banten bahkan bisa mempersunting Ny. Sofie, kini menjadi pendamping hidupnya, berkah saat dinas disana.

Sementara bagi Anthon Hariyadi, Kota Kediri juga penuh kenangan karena pernah menjabat Kasat Lantas selama dua tahun lebih kemudian berpindah tugas di Kota Malang.

“Saya pernah menjabat Kasat Lantas, kemudian menjadi Waka Polres di Pare. Saat Gunung Kelud erupsi, saya bersama 3 kompi pasukan dari Polda Jatim mendapatkan tugas diperbantukan melakukan evakuasi dan normalisasi,” jelas Kapolres Kediri Kota yang baru.

Dalam sambutan, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengucapkan terima kasih kepada AKBP Wibowo, meski hanya sembilan  bulan menjabat, namun keberadaan eks – Lokalisasi Semampir telah berdiri puluhan tahun, berhasil ditutup dan diratakan.

“Ini merupakan bukti nyata, tidak ada lagi cerita negatif soal Kota Kediri dan tidak ada lagi istilah daerah pinggiran. Semoga dengan bekal dari Kota Kediri, segera menjadi jendral dan bila melintas di kota ini, sudi kiranya singgah,” kata Mas Abu


Sumber : duta.co