logo.png

Bincang Ringan Kopi Tahu Bantaran Brantas Dijadikan Destinasi Wisata


TANGGAPI USULAN: Mas Abu dan Ning Lik menanggapi sejumlah usulan warga dalam program ‘Kopi Tahu Bincang Ringan Masa Depan’. Duta/Nanang

 

 Kediri | duta.co – Dalam acara Bincang Ringan Kopi Tahu bertempat di Halaman Gedung Nasional Indonesia (GNI) digelar Kantor Kelurahan Pocanan, Rabu (22/3/2017), setidaknya ada tiga usulan warga cukup menarik perhatian Mas Abu, Walikota Kediri yang hadir bersama Ning Lik, Wakil Walikota Kediri, demi meningkatkan pelayanan dan promosi kota.

Ketiga usulan, yaitu perbaikan kantor kelurahan, menjadikan Bantaran Sungai Brantas sebagai destinasi wisata baru dan pembangunan sarana fisik yang tertunda. “Bukan itu saja, GNI juga akan kita bangun menjadi lantai 4, untuk memfasilitasi pertemuan pemuda dan masyarakat umum,” jelas Mas Abu, sebutan akrab Abdullah Abu Bakar, orang nomor satu di Pemerintah Kota Kediri.

Dihadiri ratusan warga Kelurahan Pocanan, acara bincang ringan merupakan bentuk pertemuan langsung masyarakat bertemu Mas Abu, berjalan dengan suasana cukup akrab. Dalam kata sambutannya, Mas Abu menginggatkan pentingnya memaksimalkan Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas), kemudian melatih diri dengan program English Massive, diharapkan menjadi bekal dalam berkomunikasi menghadapi pasar ekonomi bebas.

Dalam acara tersebut, Mas Abu menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri bersama masyarakat harus menyatukan persepsi untuk menangani apa-apa saja yang menjadi permasalahan yang ada di Kota Kediri. “Alhamdulillah Kopi Tahu yang sudah berjalan saat ini telah memunculkan solusi dari permasalahan – permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” ujar Mas Abu.

Giliran dibuka ruang tanya jawab, Rudi, Ketua RW 02berkesempatan menjadi penanya pertama. “Pak Abu, sebelum saya bertanya, saya ingin menyampaikan kalau di RW 2 insyaAllah bulan depan akan ada English Massive yang pertama kali di Kelurahan Pocanan untuk RT-RT kami. Satu lagi Pak Abu, disini itu ada Balai milik Kelurahan tapi kondisinya rusak berat. Mohon direhab agar dapat digunakan oleh warga,” ujar Rudy.

English Massive, lanjut Mas Abu, di setiap RW itu harus ada. Untuk Pocanan, jika ada yang masih belum terdaftar, segera daftarkan agar semua RW ada. Silahkan disediakan tempatnya, nanti Dinas Pendidikan yang akan mengirimkan tutornya. “Saat ini kita tengah menghadapi persaingan antara masyarakat ekonomi asean, jadi kita harus memiliki nilai kompetitif dan kemampuan berbahasa inggris itu adalah dasarnya. Ayo belajar bersama-sama agar komunikasi kita dalam bahasa inggris menjadi semakin baik,” jelasnya.

Sedangkan untuk balai Kelurahan, Mas Abu meminta PU untuk menganggarkan pembangunan 2 lantai. “Kalau tidak bisa dianggarkan 2018, anggarkan di tahun 2019. Yang penting 2 lantai agar dapat digunakan warga secara maksimal. Karena di Kota Kediri itu lahannya tidak banyak dan rugi jika hanya membangun 1 lantai saja. Dan insyaAllah kedepan GNI juga akan dibangun ulang menjadi 4 lantai yang bisa digunakan untuk kegiatan kepemudaan dan masyarakat kota kediri,” ungkap Mas Abu.

Selain itu, Siti Aisyah warga RT 03 RW 01 yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja 3 Karang Kitri Pocanan meminta Mas Abu untuk warga diberikan tempat menanam toga di sekitarBantaran Sungai Brantas. Secara langsung, Mas Abu menyikapi pertanyaan tersebut. Untuk penggunaan bantaran sungai saat ini tengah dalam proses perizinan ke Kementerian PU.

“Ini kita masih dalam proses izin untuk penggunaan bantaran sungai, rencananya dijadikan taman rekreasi untuk keluarga ataupun aktivitas olahraga warga. Semoga bisa segera terealisasi untuk tamannya. Dan jika sudah, warga yang ingin menanam toga silahkan tapi harus terorganisir lokasi menanamnya,” ujar Mas Abu.


Sumber : duta.co