logo.png

BPBD Kota Kediri Wujudkan Desa Tangguh Bencana Latih 100 Relawan Siaga Bencana


TANGGUH:Relawan forum tangguh bencana Kota Kediri usai pelatihan. Tercatat 100 relawan dari berbagai lapisan masyarakat untuk siaga bencana. (duta.co/nanang)

Duta.co Berita Harian Terkini

 

KEDIRI| duta.co – Kondisi geografis, demografis dan sosiologis, salah satu aspek menjadikannya Kota Kediri rawan bencana, baik bencana alam, non-alam, maupun bencana sosial. Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) BNPB menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana dan korban meninggal tiap jenis kejadian bencana hingga akhir tahun 2016 terus meningkat.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri membentuk forum bencana dan melatih para relawan dari beragam kelompok masyarakat mewujudkan Desa Tangguh Bencana. “Kami berusaha semaksimal mungkin mendirikan Forum Destana, relawan Desa Tangguh Bencana,” jelas Samsul Bahri, Kepala BPBD Kota Kediri.

Dalam bulan ini, beragam sosialisasi dan pelatihan gencar dilakukan mulai dari pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Basindo), merupakan komunikasi bagi penyandang disabilitas. “Kemudian lakukan pelatihan dikuti para relawan, termasuk penyandang disabilitas, berjumlah hampir 100 orang di Kota Kediri,” jelas Samsul Bahri, ditemui di Balai Kota Kediri, Jumat (24/3/2017)

Adapun konsep Destana,  dimana masyarakat yang tangguh mampu mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kerusakan alam.

“Para relawan ini memiliki kesadaran, mengelola dan menjaga ekosistem alam, dan jika terkena dampak bencana, mereka akan dengan cepat bisa membangun kehidupannya menjadi normal kembali atau paling tidak dapat dengan cepat memulihkan diri secara mandiri,” jelas Kepala BPBD.

Dijelaskan Samsul, kendala yan harus dihadapi justru kesiapan dana untuk siaga bencana, berdasarkan aturan bencana nasional, minimal tersedia dana sebesar Rp 200juta.

“Selain dana, kami juga harus didukung peralatan yang canggih saat terjadi bencana. Saat ini kami mengajukan peralatan selam dan kamera udara (drone) untuk melakukan pemetaan. Sementara untuk relawan, kami telah menyiapkan 200 orang sebagai tim Destana,” jelasnya.

Dengan berdirinya relawan masyarakat yang mandiri atas penanggulangan bencana, diharapkan BPBD kini adalah aksi dari relawan dan bentuk pelaporan yang detail.

“Pelaporan yang lengkap dan mudah dipahami, berusaha kami sampaikan dalam rangka penyebaran informasi. Kami berharap, para relawan mampu beraksi secara mandiri saat di lingkungannya terjadi bencana,” imbuh Kepala BPBD Kota Kediri, Samsul Bahri.


Sumber : duta.co