logo.png

Kominfo dan BI Dorong Pertumbuhan Digital Teknopreneur di Kota Kediri


KBRN, Kediri : Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kediri mendorong pertumbuhan pengusaha baru atau Digital Teknopreneur di Kota Kediri. Hal itu seiring upayanya mengedukasi masyarakat di Kota Tahu tentang Roadmap e-commerce.

"Potensi perkembangan e-commerce di Tanah Air sangatlah pesat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna internet dan pengguna telepon seluler di penjuru Nusantara," kata Kepala Seksi Penerapan Model Informatika Masyarakat Perdesaan Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Aris Kurniawan, saat ditemui dalam Workshop Digital Economy (e-commerce), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Rabu (29/3/2017).

Menurut dia, kondisi itu diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Di samping itu,  sekaligus mendukung penerapan inklusi keuangan di Tanah Air.

"Komitmen Pemerintah Pusat dalam mendukung pertumbuhan e-commerce di Indonesia sudah jelas. Salah satunya, pada tahun 2020 akan tercipta 1.000 wirausahawan atau disebut dengan Digital Teknopreneur," ujarnya.

Keberadaan mereka, optimistis dia, juga diharapkan mampu mencatatkan nilai usaha hingga mencapai lebih dari 10 Miliar Dolar Amerika Serikat. Keyakinan itu, juga seiring terlaksananya Program Gerakan Nasional 1.000 Start Up di Indonesia, di antaranya di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

"Ke depan, kami bakal memperluas penerapan Gerakan Nasional 1.000 Start Up hingga ke pelosok daerah," katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Djoko Raharto menambahkan, meski kondisi perekonomian global sedang tidak menentu, kini perekonomian Indonesia yang berbasis konsumsi justru memperlihatkan daya tahan sangat baik.

"Apalagi pada saat ini perekonomian Nasional tumbuh 5,02 persen dan didukung inflasi Nasional hanya 3,02 persen, serta nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang stabil," katanya.

Pertumbuhan konsumsi yang tinggi itu, lanjut dia, ikut didorong semakin mudahnya aktivitas jual beli melalui berbagai sarana. Salah satunya kegiatan belanja e-commerce yang menghubungkan langsung produsen dan konsumen di Indonesia, termasuk oleh kalangan UMKM di Kota Kediri.


Sumber : rri.co.id