logo.png

Pilwali Kediri KPU Ajukan Anggaran Rp 15 M


Komisioner KPUD dan KPU Provinsi Jawa Timur melihat miniatur RPP.

(Rumah Pintar Pemilu Berdiri di Delapan Daerah)
Kota Kediri,  Bhirawa
Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dihelat pada 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri  mengajukan anggaran untuk Pilwali Kota Kediri sebesar Rp 15 miliar lebih. Pengajuan anggaran ini dilakukan dalam dua tahap.
Dikatakan Ketua KPUD Kota Kediri Agus Rofik, kebutuhan anggaran untuk Pilwali Kota Kediri sebesar Rp 15 miliar lebih,  dan  masih dalam proses pengajuan anggaran,  Pengajuan anggaran ini terbagi menjadi dua bagian,  pertama pada tahun anggaran 2017, sebab 2017 sudah masuk dalam tahapan Pilkada. “Dalam tahapan Tahun 2017 kita mengajukan sebesar Rp 1.7 miliar, sementara untuk 2018 sebesar Rp 13 miliar lebih,” Agus Rofik saat berada di kantor KPUD Kota Kediri.
Dengan pengajuan ini Agus berharap pada bulan September 2017 anggaran sudah dapat cair, untuk agenda bebeberapa tahapan, di antaranya launching Pilwali dan beberapa angenda lainnya. “Untuk anggaran tahap pertama bulan September semoga sudah cair agar beberapa tahapan pada tahun 2017 bisa berjalan sesuai jadwal,” ungkap Agus Rofik saat meluncur kan Rumah Pintar Pemilu (RPP), kemarin.
Divisi Teknis KPU Provinsi Jawa Timur Muhammad Arbayanto yang hadir dalam pembukaan RPP ini mengungkapkan pada pilkada serentak 2018 nanti ada sebanyak 18 Kota dan Kabupaten yang menyelenggarakan Pilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati atau Walikota dari 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur. “Sedangkan untuk yang 20 lainnya hanya menyelenggarakan pemilihan gubernur saja,” ungkapnya.
Sementara terkait RPP ini,  menurut Arbayanto dibuka untuk umum dengan tujuan memberikan edukasi masyarakat tentang proses dalam pemilihan umum (pemilu). “RPP ini nanti di dalamnya ada petugas yang memberikan edukasi bagi masyarakat. Sehingga masyarakat lebih paham akan tata cara dalam pemilu,” ujar  Arbayanto.
Dia menambahkan kehadiran RPP akan membuat masyarakat mengetahui lebih jauh tentang maanfaat produk demokrasi. Nantinya, kehadiran RPP diharapkan bisa mendongkrak partisipasi pemilih. RPP di Kota Kediri ini dibuka untuk umum dan berada di kantor KPU Kota Kediri.
Delapan Daerah
Sementara itu, KPU Provinsi Jatim mencatat sudah ada delapan daerah kabupaten/kota di Jatim yang mendirikan Rumah Pintar Pemilu (RPP). Pembangunan RPP ini sebagai terobosan KPU dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk belajar politik terkait kepemiluan.
Demikian diungkapkan anggota KPU Jatim Bidang Teknis, Muhammad Arbayanto SH MH seusai meresmikan RPP Reyog Kendhang KPU Tulungagung, Jumat (31/3) sore. “Sekarang tinggal 30 kabupeten/kota di Jatim yang masih dalam proses pendirian RPP,” ujarnya.
Menurut dia, selain memberi ruang dan memfasilitasi masyarakat dalam mempelajari persoalan pemilu yang luas dan komplek, pendirian RPP yang merupakan program nasional yang diharapkan dapat menunjukkan keterbukaan KPU pada masyarakat.
Adapun delapan kabupaten/kota di Jatim yang telah mendirikan RPP adalah Kabupaten Nganjuk, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan.
Arbayanto mengatakan pendirian RPP di seluruh KPU Kabupaten/Kota se-Jatim diharapkan tuntas pada tahun 2017. “Jadi sebelum Pemilukada di 18 Kabupaten/Kota di Jatim dan Pilgub semua RPP di Jatim sudah berdiri,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Tulungagung, Suprihno SPd MPd, berharap RPP Reyog Kendhang yang baru diresmikan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat setempat untul lebih mengetahui sejarah demokrasi di Indonesia. “Tujuan dari pendirian RPP ini sebagai pusat pembelajaran demokrasi,” katanya.
RPP Reyog Kendhang yang berada di dalam komplek Kantor KPU Tulungagung menyediakan berbagai macam informasi kepemiluan. Bahkan terdapat ruang audio visual. Di dalamnya juga tersedia maket diaroma yang menggambarkan proses pencoblosan saat pemilu. Selain difasilitasi tempat foto swafoto atau selfi yang menyesuaikan dengan teknologi informasi masa kini bagi pengunjung.
Suprihno mengakui pembangunan RPP Reyog Kendhang belum sepenuhnya sempurna. Masih ada kekurang lengkapan data yang disajikan. Utamanya terkait Pemilukada Tulungagung dan Pilgub Jatim. Dalam ruangan RPP Reyog Kendhang masih didominasi data-data terkait pemilu nasional. “Nanti akan kami lengkapi. Secara bertahap semua data akan kami pajang di RPP Reyog Kendhang,” paparnya.


Sumber : harianbhirawa.co.id