logo.png

Pilwali Kota Kediri Butuh Rp15 Miliar


 

 

Realita)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri membuka Rumah Pintar Pemilu (RPP), Jumat (31/3). RPP dibuka untuk umum dengan tujuan memberikan edukasi masyarakat tentang proses dalam pemilihan umum (pemilu). Dan KPUD kota Kediri pada saat ini dalam masa Pilwali masih dalam taraf pengajuan anggaran Pilwali sebesar Rp 15 miliar lebih.

Muhamad Arbayanto dalam keterangan ya mengatakan, jika Rumah Pintar Pemilu (RPP) untuk memudahkan masyarakat mencari tahu tentang proses pemilu. 
"RPP ini nanti di dalamnya ada petugas yang memberikan edukasi bagi masyarakat. Sehingga masyarakat lebih paham akan tata cara dalam pemilu," ujar Muhamad Arbayanto, Divisi Teknis KPU Provinsi Jawa Timur.
Menurut dia, kehadiran RPP akan membuat masyarakat mengetahui lebih jauh tentang maanfaat produk demokrasi. Nantinya, kehadiran RPP diharapkan bisa mendongkrak partisipasi pemilih. RPP di Kota Kediri ini dibuka untuk umum dan berada di kantor KPU Kota Kediri. "Pembukaan ini kita undang semua unsur dari semua pimpinan partai dan muspida," imbuhnya.
Rencananya, RPP ini diharapkan dapat melayani serta memberikan sosialisasi bagi masyarakat secara umum, mulai mahasiswa, pelajar, organisasi masyarakat, instansi hingga semua masyarakat yang ingin mengetahui wawasan pemilu. Di Jawa Timur sendiri, lanjut Arbayanto, KPU Jatim memfokuskan RPP gencar memberikan edukasi pada 18 lokasi di Kabupaten/Kota. Sebab menurutnya, tahun 2018 mendatang akan ada pelaksanaan pemilu kepala daerah serentak. 
Terpisah, Agus Rofik  selaku Ketua KPUD Kota Kediri dalam keteranganya menjelaskan jika saat ini KPUD kota masih mengajukan anggaran untuk Pilwali sebesar Rp 15 miliar lebih .
Dana ini terbagi dalam tahapan Tahun 2017 sebesar Rp 1,7 miliar.  "Sementara untuk 2018 sebesar Rp 13 miluar lebih," ungkap Agus Rofik saat berada di kantor KPUD kota Kediri. 
Agus berharap pada bulan September 2017 anggaran sudah dapat cair, untuk agenda bebeberapa tahapan.   Di antaranya launching Pilwali dan beberapa angenda lainya.
Rp 1,7 milar itu bulan September semoga sudah cair agar beberapa tahapan pada tahun 2017 bisa berjalan sesuai jadwal," ungkap Agus Rofik pada media


Sumber : realita.co