logo.png

Wakil Wali Kota Kediri Meminta Kaum Hawa Teladani Perjuangan RA Kartini


  • Wakil Wali Kota Kediri Meminta Kaum Hawa Teladani Perjuangan RA Kartini
 

KBRN, Kediri: Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah meminta seluruh kaum hawa di Kota Tahu untuk meneladani perjuangan Pahlawan Nasional, Raden Ajeng (RA) Kartini sebagai wujud kebangkitan perempuan di Tanah Air. 

"Masalah gender ataupun perempuan di Kota Kediri tidak usah diragukan lagi. hal itu karena dari beberapa pemimpin yang ada di Kota Kediri seperti asisten dan beberapa anggota dewan berasal dari kaum perempuan," kata Wakil Wali Kota Kediri, Lilik Muhibbah, pada rangkaian Peringatan Hari Kartini, di Kota Kediri, Rabu (5/4/2017).

Lilik menjelaskan, pada kegiatan yang dikemas dalam acara sarasehan bertajuk "Perjuangan RA Kartini menjadi Tonggak Kebangkitan Perempuan Indonesia" turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Enny Endarjati, Asisten Administrasi Umum Maria Karangora, Kabag Kesra, dan Ketua KNPI Kota Kediri.

"Selain itu, adapula dua Narasumber dari dosen STAIN Kediri Imron Muzakki, M.Psi, psikologi dan Firdaus, serta peserta sarasehan dari organisasi kepemudaan se-Kota Kediri dan pelajar tingkat SMA sederajat," ujarnya.


Dia menilai, perjuangan RA Kartini sangat luar biasa sejak dulu sampai dengan sekarang. Bahkan pada saat ini masih banyak orang yang mengartikan emansipasi.

"Di sisi lain, juga banyak kartini yang dapat menyumbangkan pemikiran-pemikiran kreatifnya untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik," katanya.

Sementara itu, tambah dia, Indonesia dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih juga dapat memberikan dampak negatif. Khususnya bila tidak menggunakan kecanggihan IT dengan baik.

"Apalagi dari kemajuan teknologi informasi saat ini, memang ada beberapa yang dapat membahayakan. Hal itu karena dunia seolah-olah ada di genggaman kita dan hanya tinggal klik," katanya.

Dia berharap, dengan kemajuan teknologi yang serba canggih ini masyarakat dapat memanfaatkannya dengan lebih baik dan positif. Apabila masyarakat salah dalam memanfaatkan teknologi maka diyakini hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.


Sumber : rri.co.id