logo.png

Pemkot Kediri Pacu Peningkatan Kreativitas Pelajar Melalui FLS2N


KBRN, Kediri: Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus memacu semangat dan peningkatan kreativitas kalangan pelajar di daerahnya terutama melalui Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di sejumlah sekolah. 

"Kami yakin melalui FLS2N maka semakin banyak bermunculan anak kreatif di kota ini," kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat membuka FLS2N, di SMP Negeri 2 Kediri, Rabu (5/4/2017).

Menurut Abdullah, kemampuan setiap anak memang berbeda-beda. Misalnya anak dengan kecerdasan linguistik, bisa diyakini tidak menyukai bidang sains. Namun mereka dapat menonjol di bidang lain seperti bidang seni.

"Hal inilah yang harus terus kami dorong, termasuk melalui Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)," ujarnya.

Dia optimistis, agenda FLS2N ini juga akan meningkatkan kompetensi keterampilan anak. Dengan begitu, ke depan di Kota Kediri ada banyak bermunculan industri kreatif. Kondisi itu sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

"Seperti halnya lomba film pendek, pembuatan video game hingga fashion di Kota Kediri yang selalu dibanjiri peminat," katanya.

Bahkan, tambah dia, beberapa waktu lalu Kota Kediri menjadi spot Global Game Jam di mana selama 48 jam peserta membuat game secara serentak di 95 negara dan 13 kota di Indonesia. Hal tersebut telah membuktikan bahwa industri kreatif sangat diminati di Kota Kediri.

"Kami juga berpesan agar anak-anak selalu dibekali dengan kemampuan bahasa inggris yang baik," katanya.

Oleh sebab itu, sebut dia, Pemerintah Kota Kediri telah memfasilitasi kursus Bahasa Inggris gratis di tiap RW yang dinamakan dengan English Massive. Dia berharap melalui program itu seluruh wali murid di kotanya dapat mendorong anak mereka mengikuti English Massive.

"Sementara itu, pelaksana FLS2N tahun ini diikuti oleh 99 siswa pada tingkat SD dan 187 siswa pada tingkat SMP," katanya.

Pada tingkat SD, lanjut dia, melombakan sembilan cabang yaitu seni tari, baca puisi, melukis, pantomim, menyanyi solo, bercerita, pidato, dan membatik. Kemudian pada tingkat SMP melombakan lima cabang antara lain, gitar solo, menyanyi solo, cipta dan baca puisi, tari tradisional, serta musik tradisional


Sumber : rri.co.id