logo.png

Petugas Sidak Kafe dan "Plystation" di Banjaran-Kediri


ANTARA News Jawa Timur

Petugas Sidak Kafe dan
Petugas melakuan inspeksi mendadak (Sidak) di kafe serta "Plystation" di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (6/4). (foto Asmaul Chusna)
 
 "Kami menindaklanjuti laporan terkait dengan kafe dan 'Plystation" yang operasionalnya 24 jam,"
 
Kediri (Antara Jatim) - Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, Jawa Timur, TNI, serta satuan kerja di pemerintah kota ini melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah kafe dan "Playstation" di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri.
     
"Kami menindaklanjuti laporan terkait dengan kafe dan 'Plystation" yang operasionalnya 24 jam," kata Kepala Seksi Penyelidikan dan penindakan Satpol PP Kota Kediri Yuni Widianto di Kediri, Kamis.
     
Pihaknya menyebut, lokasi kafe dan "Plystation" itu berada di Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota. Untuk lokasi kafe yang ditinjau adalah "Chocolate Cafe" serta warung kopi sruput.
     
Di "Chocolate Cafe", petugas meminta agar pengelola menunjukkan surat izin usaha, dan ternyata mereka bisa menunjukkan. Mereka juga mengaku sedang mengurus perbaruan izin untuk menjadi restoran.
     
Sementara itu, di warung kopi sruput yang lokasinya juga berdampingan dengan "Chocolate Cafe" itu, pengelola justru masih belum bisa menunjukkan surat izin usaha.
     
Pihaknya pun meminta agar pengelola segera mengurus surat izin usaha. Selain itu, petugas juga meminta agar mereka juga membatasi jam operasional.
     
"Kalau izin usahanya tidak ada sampai berapa lamanya. Makanya, kami memberikan peringatan, agar mereka pun bisa menjaga lingkungan, sebab jika tidak akan mengganggu. Jadi, akan membatasi jam operasional," katanya.
     
Sementara itu, di beberapa "Playstation" yang juga dikunjungi oleh petugas, hal yang sama juga akan dilakukan petugas, dengan membatasi jam operasional, sebab di tempat tersebut, jam operasional tempat bermain itu juga mayoritas 24 jam. 
     
"Kalau yang warung internet tadi tidak bisa menunjukkan surat izinnya, dan kami juga akan memroses secara prosedural dengan memberikan surat peringatan," tambahnya.
     
Sementara itu, Lurah Banjaran Sunyoto menambahkan, pihaknya memang mendapatkan laporan terkait dengan maraknya kafe serta "Playstation" di daerahnya. 
     
Keluhan itu juga disampaikan dalam acara "Kopi tahu" yang merupakan pertemuan antara warga dengan Wali Kota Kediri, awal pekan lalu.
     
Untuk saat ini, pihaknya mendukung langkah dari Pemkot Kediri yang melakukan pembinaan tersebut. Hal itu langkah yang terbaik, sebelum melakukan langkah lebih lanjut.
     
"Ini tarafnya masih pembinaan agar tidak menganggu, sebab ada tempat 'Playstation' yang ternyata sampai 24 jam. Selain itu, pengelola juga harus menjaga etika dan sopan santun," katanya. 
     
Selain lokasi tersebut, petugas juga sempat meninjau lokasi pelengseng di Sungai Kresek, tepatnya di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri. Di tempat itu, banyak ditumbuhi rumput liar. Lokasi itu dikeluhkan, sebab awalnya ada petugas yang membersihkan, namun saat ini nihil.
     
Petugas juga meninjau lokasi pelengseng yang ambrol di sebelah timur TMP tersebut, sebab ada pohon randu yang masuk ke permukiman warga serta perumahan polisi. Warga meminta lokasi itu secepatnya dibenahi. 

Sumber : antarajatim.com