ADAKITANEWS, Kota Kediri – Rumah warga di Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri kebanjiran akibat meluapnya air Sungai Kresek Pesantren, Sabtu (08/04) malam.

Harianto, warga setempat sekaligus Ketua Ansor Kelurahan Ngadirejo mengatakan, banjir yang melanda gang Ngadisimo ini terjadi sejak pukul 18.15 WIB. Beruntung, air akhirnya surut sekitar pukul 22.30 WIB.

Harianto menceritakan, sebenarnya sejak sore daerahnya tidak dilanda hujan. Namun ia mendapat informasi bahwa daerah Sungai Kresek di Kecamatan Pesantren yang hujan deras. “Sehabis magrib air meluap ke pemukiman warga, ada sekitar 20 rumah. Setelah air surut, petugas Satpol PP dan BPBD baru datang bersama Pak Walikota Kediri sekitar pukul 23.54 WIB,” cakapnya, Minggu (09/04) dini hari.

Harianto juga mengatakan, rencananya Walikota Kediri atau yang biasa disapa Mas Abu ini, Minggu (09/04) sore akan kembali datang ke Kelurahan Ngadirejo untuk mebawa bantuan. “Katanya Pak Walikota saat akan pulang tadi, bahwa besok sore akan kesini lagi untuk membawa bantuan. Namun saya tidak tahu bantuannya berupa apa,” ujarnya.

Selain menggenangi pemukiman warga, air juga diketahui membanjiri Kantor PCNU yang berada di Jalan Imam Bonjol Kota Kediri. Hal itu lantaran plengsengan yang berada di barat kantor jebol sekitar seluas 1 meter. “Tadi bukan hanya Kelurahan Ngadirejo gang Ngadisimo saja yang tergenang air, namun juga Kantor PCNU dan makam umum Ngadisimo juga ikut tergenang air. Ketinggian air yang meluap ke pemukiman hampir setengah meter, ya seukuran lutut kaki,” pungkas Harianto.(kdr4)

Keterangan gambar : Harianto bersama warga Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri menunjukkan plengsengan yang jebol.