logo.png

BPBD kirim personel bantu evakuasi korban longsor Nganjuk


 

Ilustrasi.Ilustrasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, Jawa Timur, mengirimkan personelnya untuk membantu proses evakuasi korban yang tertimbun akibat tanah longsor di Desa Kepel, Kabupaten Nganjuk.

"Kami kirim lima personel untuk membantu dari musibah longsor di Nganjuk. Mereka juga mengendarai sepeda motor trail," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Kediri Bambang Riadi di Kediri, Rabu (12/4).

Ia mengatakan, tim itu membantu penanganan dalam musibah tanah longsor tersebut. Hal itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas dengan harapan korban bisa secepatnya ditemukan.

Ia juga mengatakan tim itu sengaja mengendarai sepeda motor trail, sebab dengan sepeda bisa lebih memudahkan menempuh jalur jika ke lokasi longsor.

Untuk sementara, BPBD Kota Kediri hanya mengirimkan personel, sementara untuk bahan pokok masih belum dilakukan. Namun, tim juga membawa beragam alat yang diperlukan selama proses evakuasi.

Sementara itu, pencarian para korban tanah longsor hingga kini terus dilakukan tim tim gabungan Basarnas, TNI, polri, serta relawan. 

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Nganjuk Agus Irianto mengatakan, saat ini sudah ada dua eskavator yang berhasil di turun di lokasi tanah longsor. Dengan adanya alat itu, dipastikan akan lebih memudahkan proses pencarian korban.

"Dua eskavator sudah turun di lokasi. Jadi, sebelum eskavator tadi diturunkan, warga menggelar kenduri, dan alhamdulillah perjalanan bisa lancar," katanya.

Tim juga sudah menyiapkan eskavator lainnya. Setidaknya dibutuhkan 5-6 eskavator untuk mencari para korban. Beberapa peralatan lain juga sudah ada, misalnya pompa dan selang untuk menyemprot tanah, sekop, maupun pacul. Bahkan, anjing pelacak juga diturunkan guna memudahkan pencarian korban. 

Agus menambahkan, personel yang ditugaskan untuk mencari korban juga ditambah. Ia tetap berharap semua tim yang mencari korban juga lebih berhati-hati, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. 

Pascamusibah tanah longsor yang terjadi pada Minggu (9/11), hingga kini lima korban itu belum ditemukan. Ia pun berharap, seluruh korban bisa ditemukan secepatnya. 

Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Longsor sempat membendung sungai, menyebabkan terjadinya bendungan alam. 

Hingga kini, tingkat kedalaman longsor hingga 40 meter, membuat petugas pun harus berupaya keras mencari para korban. Dalam musibah itu, lima orang menjadi korban.


Sumber : elshinta.com