logo.png

Pembangunan Pasar Setono Betek Kota Kediri Terkendala Proses Lelang


PASAR: Relokasi pedagang Pasar Setono Betek telah berjalan dan kini kondisi pasar mulai ditinggalkan pedagang (duta.co/Hendra Hasyim)

 

KEDIRI | duta.co –Seiring dengan rencana Pemerintah Kota Kediri melakukan revitalisasi Pasar Tradisional Setono Betek berada di atas lahan 3,6 hektar pada tahun ini, dikabarkan terkendala proses lelang. Meski demikian Direktur PD Pasar Joyoboyo,  H. Syaiful Yazin menyatakan jika proses relokasi pedagang telah berjalan sesuai rencana.

Gelontorkan dana sebesar Rp. 45 miliar dari APBD Kota Kediri diharapkan mampu menjadikan pasar tradisional terbesar di Kota Kediri berada di Jl. Patimura ini berubah menjadi bersih dan jauh dari kata kumuh. Seiring dengan pembangunan ini, diharapkan pada tahun depan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor restribusi pasar.

“Sesuai tahapan, sudah kami lakukan relokasi kepada para pedagang untuk menempati tempat sementara. Kami berikan penerangan lampu dan meminta untuk menjaga kebersihan,” jelas Syaiful Yazin, seharusnya pensiun kini diperpanjang masa tugasnya hingga Agustus 2017.

Dengan sisa waktu kurang dari 8 bulan, dijelaskan Syaiful kini tugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera melakukan proses lelang dan pembangunan.

Berdasarkan perencanaan pembangunan, keberadaan pasar tradisional dengan dua lantai ini nanti, mampu menampung 1.500 pedagang, terdiri 253 kios dan 1.247 lapak. Pihaknya telah menjalankan tahapan di atas, selanjutnya terkait bentuk bangunan dan penataan, melibatkan tim terpadu bentukan pemerintah kota.

“Setelah kita relokasi, selanjutnya tim terpadu di bawah koordinator Dinas PU yang akan bertanggung jawab atas pembangunan fisiknya,” imbuhnya.

Sejumlah pedagang pun berharap agar pembangunan pasar bisa selesai tepat waktu di akhir tahun ini.

“Jika pembangunan pasar sudah jadi dalam kurun waktu yang sudah di janjikan, bisa menambah omzet dagangan saya dari yang sebelumnya,” kata Winarti, pedagang pakaian dan sandal ditemui di tempat relokasi berada di halaman belakang.

Harapan sama juga disampaikan Suita, pedagang konveksi mengaku sangat berharap pasar yang telah berusia 36 tahun ini agar direvitalisasi.

“ Memang sudah waktunya pasar direvitalisai, kami juga telah melakukan relokasi pada tempat sementara. Mudah – mudahan pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan aman, dan semua pedagang berdoa, agar pembangunan pasar selesai tepat waktu seperti yang dijanjikan pemerintah,” kata Suita.


Sumber : duta.co