logo.png

Wawali Ingin Pelajar Ujian dengan Rileks


ANTARA News Jawa Timur

Wawali Ingin Pelajar Ujian dengan Rileks
Sejumlah siswa persiapan mengerjakan UNBK di SMP Pawyatan Daha I Kediri, Jawa Timur, Selasa (2/5). (foto Asmaul Chusna)
 
 Saya lihat mereka rileks, senyum dan mudah-mudahan semua berhasil
 
Kediri (Antara Jatim) - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menginginkan agar para pelajar mengerjakan soal ujian dengan rileks, sehingga bisa menyelesaikan ujian dengan baik.
 
"Saya lihat mereka rileks, senyum dan mudah-mudahan semua berhasil," katanya saat meninjau pelaksanaan ujian nasional SMP/MTs di SMP Pawyatan Daha I Kediri, Jawa Timur, Selasa.
 
Ia mengatakan, dalam ujian tingkat SMP/MTs ini, pemerintah kota juga berpartisipasi membantu memberikan komputer jinjing untuk semua sekolah baik negeri dan swasta.
 
Komputer jinjing itu sudah diberikan pada semua sekolah, sehingga bisa digunakan untuk kegiatan ujian. Anak-anak pun bisa latihan untuk mengoperasionalkan. 
 
"Alhamdulillah 2017 ini semua sekolah di Kota Kediri sudah bisa UNBK, entah negeri maupun swasta dapat bantuan komputer jinjing dari pemkot," ujarnya.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto menambahkan, pemerintah memang mendukung kegiatan sekolah salah satunya ujian dengan komputer, sehingga semua sekolah bisa menyelenggarakan UNBK.
 
Ia menyebut, komputer itu bisa juga dimanfaatkan untuk ujian semester. Namun, ia tetap meminta anak-anak untuk memanfaatkan dengan baik.
 
"Karena ini baru pertama daring baik negeri swasta, siswa harus tetap optimal lulus dengan nilai bagus," ucapnya.
 
Ia mengemukakan, target Dinas Pendidikan Kota Kediri semua anak bisa lulus dengan nili bagus. Ia pun akan memetakan tingkat kelulusan dari hasil ujian itu.
 
Namun, ia juga menekankan agar anak-anak jujur mengerjakan soal ujian, sesuai dengan kemampuan diri sendiri. 
 
"Yang penting integritas kejujuran. Anak-anak ini yang memimpin masa depan, jadi kejujuran harus ditanamkan sedini mungkin," ujarnya, berharap.  
 
Sementara itu, Kepala SMP Pawyatan Daha I Kediri Satriyani Widiawati Rahayu mengatakan jumlah anak didiknya yang ikut UNBK ini adalah 387 anak. Mereka ujian bergantian hingga tiga sesi, sebab menyesuaikan dengan jumlah komputer yang ada.
 
"Ada 387 anak dan komputernya 140. Mereka ujian di empat ruangan. Di ujian ini, kami bagi menjadi tiga sesi, karena menyesuaikan jumlah komputer," katanya.
 
Ia pun sudah menyiapkan genset sebagai pembangkit listrik, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan misalnya aliran listrik padam.
 
Ia menambahkan, dalam ujian di hari pertama ini berjalan cukup lancar. Seluruh siswa bisa hadir dan ia berharap ke depan semuanya bisa lulus dengan nilai bagus, sehingga mereka bisa melanjutkan ke sekolah yang diinginkan.
 
UNBK tingkat SMP/MTs akan digelar empat hari, yaitu tanggal 2,3,4 dan 8/5, dengan materi pelajaran di hari pertama Bahasa Indonesia.

Sumber : antarajatim.com