logo.png

Dokter Minta Jauhi Makanan Berpengawet untuk Cegah Kanker


ANTARA News Jawa Timur

Dokter Minta Jauhi Makanan Berpengawet untuk Cegah Kanker
Kegiatan seminar tentang kesehatan yang digelar oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kediri di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/5). (foto Asmaul Chusna)
 
 Sekarang ini, kecenderungan penyakit kanker meningkat. Ini salah satunya karena perubahan gaya hidup
 
Kediri (Antara Jatim) - Dokter yang juga dosen sebuah sekolah keperawatan di Kabupaten Kediri dr Sutoko Andrianto, Sp.OG  mengingatkan masyarakat agar menjauhi makanan berpengawet demi mencegah penyakit kanker.
     
"Sekarang ini, kecenderungan penyakit kanker meningkat. Ini salah satunya karena perubahan gaya hidup," katanya ditemui dalam acara seminar kesehatan yang digelar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kediri di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu.
     
Ia mengatakan Indonesia adalah negara berkembang. Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan, prevalensi penyait kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang.
     
Sementara itu, di seluruh dunia, 8,2 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit kanker. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yang hanya 7,6 juta pada 2008. 
     
Diperkirakan pada 2025, jumlah orang meninggal dunia akibat kanker meningkat menjadi 11,5 juta, bila tidak dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian yang efektif.
     
Ia juga menambahkan, fenomena penyakit ini di negara berkembang justru meningkat ketimbang negara maju. Orang yang tinggal di negara maju semakin menyadari ancaman penyakit ini, sehingga mereka berubah mengonsumsi makanan organik.
     
"'Junk food' mereka tinggalkan. Mereka juga berubah kecenderungannya makanan pilih yang organik, sementara kita pakai pengawet," kata dokter kandungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kota Kediri ini. 
     
Ia juga menambahkan, dari pasien yang ia temui, mayoritas yang terkena kanker adalah yang usianya masih produktif, antara 40-60 tahun.  
     
Ia pun mengatakan, pencegahan penyakit tersebut bisa dilakukan dengan beragam cara, misalnya dengan melakukan penyadaran pada masyarakat serta mengubah pola hidup.
     
"Yang gampang itu jangan sampai obesitas, sebab dengan obesitas metabolisme kan berbeda, peredaran darah juga beda. Lalu istirahat siang minimal 15 menit, olahraga, serta menghindari bahan kimia," ujarnya. 
     
Ia pun sangat mendukung kegiatan yang digelar YKI Kediri, sosialisasi terkait dengan bahaya penyakit kanker. Penyakit kanker yang terbanyak menyerang perempuan adalah kanker payudara, dan selanjutnya adalah kanker serviks. 
     
Untuk itu, ia pun meminta perempuan, terutama ibu-ibu yang aktif di organisasi masyarakat, untuk ikut meneruskan informasi pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan dini. Minimal mereka bisa menyampaikan pada anggota keluarga serta teman mereka akan pentingnya mencegah terjadinya penyakit itu. 
 
Dalam acara itu, dihadiri oleh peserta dari perwakilan organisasi masyarakat seluruh Kota Kediri, serta beragam tamu undangan lainnya yang mayoritas perempuan.

Sumber : antarajatim.com