logo.png

Wawali Ingin Orangtua Batasi Anak Bermain Gawai


ANTARA News Jawa Timur

Wawali Ingin Orangtua Batasi Anak Bermain Gawai
Sejumlah anak bersiap mengikuti lomba hari anak nasional (HAN) 2017 di wisata Tirtoyoso, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/5). (foto Asmaul Chusna)
 
 Anak-anak bisa bermain ekstra permainan, ada menari, melukis, sehingga bisa menambah kesibukan anak agar tidak selalu bermain gadget. Dan, yang tetap nomor satu adalah pengawasan orangtua
 
Kediri, (Antara Jatim) - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah meminta orangtua untuk membatasi anak-anaknya bermain gawai dan lebih mengajak pada permainan kembangkan kreativitas.

"Anak-anak bisa bermain ekstra permainan, ada menari, melukis, sehingga bisa menambah kesibukan anak agar tidak selalu bermain 'gadget' (gawai). Dan, yang tetap nomor satu adalah pengawasan orangtua," katanya di sela-sela peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2017 di wisata Titoyoso, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa.

Ia sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Kediri, dengan beragam acara di hari anak nasional ini. Dengan ini, terjadi sinergisitas antara wali murid dengan guru, sehingga sama-sama bisa mengetahui perkembangan anak.

"Ini adalah cara untuk mengembangkan kreativitas anak dan para pendidiknya. Belajar tidak harus di sekolah, tapi juga bisa di luar dan ini mengembangkan kreativitas," ujarnya.

Ia berharap, ke depannya sekolah PAUD maupun taman kanak-kanak se-Kota Kediri bisa jadi lebih baik lagi. Terlebih lagi, saat ini pemerintah juga telah memberikan dana bantuan untuk pengembangan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengatakan jumlah PAUD se-Kota Kediri mencapai 200 lembaga. Dari jumlah itu, terdapat beberapa PAUD yang fasilitasnya sudah bagus, tapi juga terdapat PAUD lain yang fasilitasnya masih belum bagus.

Ia menyebut, setiap anak yang bersekolah di PAUD mendapatkan dana alokasi hingga Rp600 ribu per tahun. Dana itu diberikan oleh pusat yang diberikan untuk PAUD yang sudah terdaftar di dinas pendidikan.

"Dana itu untuk pengembangan sarana, peningkatan mutu guru dan alat belajar. Sudah ada petunjuk teknis untuk penggunaan dananya. Kami juga minta sekolah yang belum izin, segera melengkapinya agar dapat," ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan peringatan HAN 2017, ia mengatakan tahun ini lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya. Lomba juga mengasah seluruh potensi yang dimiliki peserta didik maupun mengasah kreativitas. Dengan itu, anak juga tidak monoton bermain gawai.

Ada beragam lomba yang digelar baik untuk PAUD maupun TK, misalnya lomba gerak jalan dan lagu bersama orangtua, lomba mencipta dan menyanyi lagu anak, lomba permainan tradisional.

Selain itu, juga terdapat lomba percakapan dua anak, lomba menyanyi tunggal, lomba lari estafet, dan lomba senam aku cinta Indonesia.

Sumber : antarajatim.com