logo.png

http://koranmemo.com/belajar-gending-jawa-dari-ayah/


Kediri,Memo – Usia bukan patokan bagi hobi seseorang. Seperti halnya Dimas  Niken Salindry, siswi kelas 1 SDN Burengan 2. Ketika anak-anak seusianya memilih untuk mendengarkan lagu anak-anak, atau yang sekarang sedang terjadi adalah anak-anak mendengarkan lagu-lagu orang dewasa, Niken memilih untuk mendengarkan gending Jawa.

 

Dimas Niken Salindry sedang berlatih menyanyi di sekolahnya (ist)

Dimas Niken Salindry sedang berlatih menyanyi di sekolahnya (ist)

Ketertarikan Niken terhadap gending Jawa bermula saat Niken melihat tanggapan wayang di sebelah rumahnya. Mendengar lantunan gending Jawa yang dinyanyikan para sinden, Niken terpukau. Dia langsung berlari meminta izin ayahnya untuk turut bergabung bernyanyi di atas panggung bersama sinden lainnya. “Saya senang mendengarnya,” ujar Niken.

Saat itu, ayah Niken hanya tersenyum. Sambil memegang pundak Niken, ayahnya meminta agar Niken bersabar. Suatu hari nanti, setelah Niken cukup besar, baru Sang Ayah akan mengizinkan Niken ikut bergabung bersama para sinden lainnya. “Ayahku bilang nanti saja. Niken belajar dulu baru tampil,” ujarnya menirukan ucapan ayahnya.

Sejak saat itu, dia sering belajar menyanyikan gending jawa bersama dengan ayahnya. Kendati masih terbata menirukan cengkok lagu gending Jawa, Niken berusaha untuk tetap belajar. Mungkin karena sudah bakat yang diturunkan dari Sang Ayah, tanpa diperlukan waktu lama, Niken sudah dapat beradaptasi dengan alunan musik jawa yang sering diputar oleh ayahnya. “Ayah saya dalang, jadi saya belajar sama ayah,”tuturnya.

Bakat bernyanyi Niken sebenarnya sudah terlihat semenjak Niken masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun yang membuat kedua orangnya terkejut adalah ketertarikannya terhadap gending jawa. Orang tuanya sadar dengan ketertarikan putrinya ini lantaran Niken sering menirukan alunan musik jawa yang diputar oleh ayahnya. “Saya senang menyanyikan Langgam jawa,”ujarnya pada Koran Memo.

Alhasil, hanya dalam waktu singkat, putri kedua pasangan Gondo Supono dan Wiwin Arumitha itu menjadi sinden cilik asli Kediri. Namanya melejit di kalangan guru maupun teman sekolahnya. Suaranya yang khas dibalut dengan penampilan Niken yang menggemaskan membuat siapa saja yang melihatnya merasa terhibur.

Hal senada juga dikatakan Markus, Kepala SDN Burengan 2. Dia mengaku sangat bangga dengan siswinya tersebut. Di usianya yang masih sangat muda itu, Niken sudah belajar untuk melestarikan salah satu budaya bangsa yang semakin luntur di era yang serba modern ini. “Semoga prestasi Niken dapat menginspirasi teman yang lainnya,” pungkasnya.(c8)