KBRN, Kediri: Berbagai kalangan pemuda di Kota Kediri mengikuti Kirab Bendera Merah Putih Raksasa, dengan rute dari halaman Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmad menuju area Goa Selomangleng, Kota Kediri. Agenda yang terlaksana setiap tahun ini menjadi bukti patriotisme pemuda di Kota Kediri, termasuk yang dilakukan oleh pemuda LDII Kota Kediri.
Acara tersebut diadakan oleh Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora). Bendera raksasa berukuran 40×60 Meter dibawa bersama-sama dari halaman Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmad menuju area Goa Selomangleng, diikuti sejumlah peserta terdiri dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pemuda dan pemudi Kota Kediri terdiri dari Paskibraka, Hikapala, Karang taruna, Pramuka, PMR, KNPI Kota Kediri dan Pemuda LDII Kota Kediri.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, Zachrie Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan kirab Bendera Raksasa ini sebagai wujud jiwa nasionalisme pemuda di Kota Kediri. Apalagi acara ini pun bertujuan agar pemuda tetap bersemangat, berjuang, berkarya, dan menghargai jasa-jasa pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk tanah air negeri tercinta ini.
Di tengah situasi pandemi covid-19 yang semakin melandai, antusias masyarakat sangat luar biasa dalam kegiatan tadi, terbukti ribuan masyarakat ikut meramaikan dengan menyambut peserta kirab di pinggir jalan dengan berbagai suguhan makanan dan minuman mereka bagikan untuk peserta kirab.
"Dalam data kami peserta yang ikut sebanyak 250 orang namun dalam perjalanan banyak masyarakat yang turut serta langsung bergabung bersama di barisan kirab bendera," ujarnya.
Menurut Zachrie, potongan bendera merah putih berukuran 5×10 meter yang telah dikirab itu dikibarkan di Puncak Gunung Klotok.
"Bendera raksasa itu dinaikkan pada malam hari oleh pecinta alam dan yang jelas fisiknya telah teruji," katanya.
Zachrie mengajak, kepada segenap masyarakat di seluruh Indonesia agar lekas bangkit dalam segala aspek akibat dampak pandemi Covid-19 yang telah melanda kurang lebih 2 tahun.
"Mari dalam rangka menyambut HUT RI ke-77. Kita bangkitkan semangat patriotisme dan perjuangan kita untuk menghadapi serta menyambut masa depan yang lebih baik lagi," katanya.
Sementara itu, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan, dirinya sangat senang dengan kegiatan ini. Seluruh pemuda bisa bersatu ikut serta membawa bendera Merah Putih kembali setelah terhenti dua tahun dampak adanya Covid-19.
"Selain pemuda dan pemudi yang mengirab bendera. Sejumlah pimpinan Forkompinda Kota Kediri juga turut memeriahkan acara. Saya ucapkan terima kasih kepada adik adik atau pemuda semua dan Forkompimda, semoga apa yang kita laksanakan saat ini tercatat sebagai amal ibadah," katanya.
Sementara itu, DPP LDII telah mencanangkan delapan program pengabdian bangsa, yang menjadi program – program andalan LDII. Delapan program itu diantaranya yaitu kebangsaan, keagamaan, ekonomi, pendidikan, pangan dan lingkungan hidup, kesehatan alami LDII, teknologi digital dan energi baru terbarukan.
Ketua Pemuda LDII Kota Kediri , Asyhari melanjutkan, nilai-nilai ke-Indonesiaan dan patriotisme harus terus ditiupkan dan ditumbuhkan dalam diri setiap warga negara. Persatuan dan kesatuan mesti terus dikuatkan untuk menangkal setiap rongrongan terhadap ideologi Pancasila.
"Ini menjadi landasan bagi kita, mengikuti kirab bendera merah putih raksasa ini merupakan fokus bidang Kebangsaan di antara delapan program pengabdian LDII. Kami selalu diingatkan untuk memiliki sikap rukun, kompak dan kerja sama yang baik, terlebih untuk urusan kebangsaan," katanya.
