Pemkot Kediri Dorong UMKM Go Digital, Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Kediri Dalam Berita | 01/08/2020

tribunnews

Sabtu, 1 Agustus 2020 19:36
 
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
 
Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar memeriksa aneka produk usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) di Balai Kota Kediri, Sabtu (1/8/2020).



 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sebanyak 200 produk usaha menengah kecil dan mikro ( UMKM ) Kota Kediri seperti aneka suvenir dan kuliner dikurasi oleh Joko Koentono, praktisi advertising di Balai Kota Kediri, Sabtu (1/8/2020).

UMKM menjadi salah satu perhatian Pemkot Kediri untuk memulihkan ekonomi di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Di Kota Kediri terdapat ratusan UMKM yang terkena dampak merebaknya Covid-19.

Pada kegiatan itu, Wali Kota KediriAbdullah Abu Bakar didampingi Ketua Dekranasda Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan, ada yang berbeda saat pandemi Covid-19 saat ini.

"Biasanya mereka bisa jual offline di Car Free Day (CFD) tapi sekarang tidak bisa. Karena itu pemerintah mendorong UMKM Go Digital," ungkapnya.

Dikatakannya, ada sejumlah UMKM yang tidak perlu berbenah lagi, karena sudah bisa mengemas produknya, serta telah mengenal dunia online.

"Ketika saya cek di marketplace kebanyakan tidak spesifik, sehingga perlu ada sentuhan-sentuhan. Sekarang adalah finalisasi atau eksekusi dari diskusi kita satu bulan yang lalu," terangnya.

Pemerintah Kota Kediri sudah mempersiapkan platform digital lokal baru hingga marketplace.

"Kalau nanti tidak bisa langsung ke marketplace karena alasannya nungguin anak, tidak ada stok dan segala macam, itu nanti akan diletakkan di platform lokal. Tentu ini butuh kurasi. Mengapa harus dikurasi? karena ini masalahnya yang mau kita bentuk adalah competitiveness atau daya saing mereka," ungkapnya.

Wali Kota KediriAbdullah Abu Bakar memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berbagi dan memberikan arahan kepada pelaku UMKM terkait pemasaran.

"Tadi habis diskusi bahwa UMKM kita masih belum tahu mereka mau jual kemana. Target marketnya itu belum bagus. Misal tenun ini akan dijual kepada orang kantoran, orang kantoran itu siapa. Apakah badannya kurus atau gemuk," tambahnya.

Contoh lainnya tentang pemotretan.

Dia mengatakan, banyak foto yang hampir semuanya kurang bagus.

"Bagaimana orang mau beli kalau mereka tidak tertarik pada first impression, pandangan pertama sudah tidak eye catching tidak mau beli. Padahal kalau tadi saya lihat produknya bagus. Karena memang ini permasalahan di situ," jelasnya.

Sementara Plt Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri, Bagus Alit menjelaskan, UMKM Kota Kediri akan masuk ke dalam platform lokal, di mana semua bisa melihat apa saja produk-produk UMKM Kota Kediri.

“Semua bisa melihatnya tidak terpencar-pencar,” ujarnya.