Kapten Persik Kediri : Bila Kompetisi Tak Jadi Digelar, Saya Banting Setir Buka Usaha

Kediri Dalam Berita | 15/10/2020

 

Kediri, demonstran.com – Tidak jelasnya kompetisi sepakbola tanah air hingga detik ini membuat insan pelaku sepakbola dilanda gundah gulana.

Tak terkecuali dari barisan para pemain yang memang menjagakan hidup dari dunia si kulit bundar ini.

Tak banyak dari mereka yang kebingungan apabila kompetisi benar-benar tak jadi diputar. Mengingat kondisi tanah air masih dilanda pandemi Covid-19.

Mereka pun tak tahu harus berbuat apa untuk menopang kebutuhan hidup kesehariannya lantaran tak ada pemasukan sepeserpun.

Statement mengejutkan sekaligus memprihatinkan pun terucap dari mulut sang kapten tim kesebelas Persik Kediri, Faris Aditama. Ya pemain berusia 32 tahun ini mengaku akan banting setir untuk membuka usaha bersama sang istri.

Namun, pemain dua anak ini tak tahu harus membuka usaha apa lantaran tak memiliki pandangan sama sekali.

“Kalau kompetisi stop otomatis pemasukan juga ikut stop. Dengan begitu saya inginnya tetap menghasilkan rupiah dengan cara membuka usaha, tapi saya sejauh ini juga masih bingung mau buka usaha apa,” ujarnya saat ditemui Demonstran.com seusai gelar latihan sore ini, Rabu (14/10/20) di Stadion Brawijaya Kota Kediri.

Akan tetapi, Faris Aditama masih tetap berharap agar kompetisi tetap digulirkan. Ia pun memohon kepada para pemangku kebijakan agar juga memikirkan nasib para pemain seperti dirinya apabila kompetisi benar-benar tak jadi diputar.

“Saya berharap pemangku kebijakan terutama Polri untuk memberikan izin keramaian terhadap digelarnya kompetisi. Saya pribadi siap untuk mematuhi segala protokol kesehatan. Sekali lagi kami berharap, kompetisi untuk tetap digelar. Entah itu dengan sistem kompetisi maupun turnamen,” ungkapnya.

Diketahui, kompetisi sepakbola tanah air kembali mengalami penundaan setelah Polri tak memberikan izin keramaian. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga faktor pandemi Covid-19 membuat Polri enggan memberikan izin hingga detik ini