Kediri (ANTARA) - Pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi pada aplikasi sinergi tiga pilar (Sigap) yang digunakan untuk mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Kediri.

Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengungkapkan sejumlah fitur yang terdapat dalam aplikasi "Sigap" ini. Aplikasi ini diapresiasi saat evaluasi PPKM di wilayah Kota/Kabupaten di Jawa Timur.

"Dengan aplikasi ini kami bisa mengidentifikasi tempat-tempat yang berpotensi kerumunan untuk kemudian segera dilakukan penelusuran oleh tiga pilar," tutur-nya di Kediri, Jumat.

Chevy Ning Suyudi mengatakan sejauh ini telah tercatat ada 647 titik yang berpotensi kerumunan di Kota Kediri. Data itu bisa menjadi panduan untuk penelusuran titik-titik keramaian.

"Itu nanti yang menjadi panduan bagi tim tiga pilar skala kelurahan untuk melakukan penelusuran," ucap dia.

Pihaknya juga mengungkapkan, di aplikasi ini juga mampu menampilkan peta pelaporan dan peta potensi kerumunan untuk mempermudah petugas dalam melakukan penelusuran.

Selain itu, pemkot juga telah membentuk jaringan laboratorium klinik di Kota Kediri yang melayani tes "rapid" secara mandiri, sehingga lebih mudah terdeteksi.

"Kami fasilitasi setiap klinik tersebut dengan sebuah aplikasi, jadi setiap harinya harus melaporkan hasil tes tersebut," ujar dia.

Untuk ke depan, laporan dari hasil laboratorium tersebut akan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan di Kota Kediri. Nantinya akan membentuk sebuah standar berupa hasil rapid antigen positif yang akan diberlakukan sama dengan kasus terkonfirmasi positif dari hasil tes usap.

Pemerintah Kota Kediri juga telah mengevaluasi pelaksanaan PPKM skala mikro tersebut dan hasilnya terdapat penurunan angka kasus COVID-19 di kota ini.

"Alhamdulillah, hingga saat ini terpantau ada penurunan kasus dan zona kuning turun menjadi 38 wilayah RT," ungkap Chevy.

Kepala Staf Komando Daerah Militer V/Brawijaya Brigjen TNI Agus Setyawan dalam rapat virtual evaluasi PPKM di wilayah Kota/Kabupaten di Jawa Timur itu memberikan apresiasi aplikasi tersebut.

"Inovasi yang bagus, sangat efektif dan efisien bagi tim gugus tugas dalam memantau dan menerima laporan perkembangan pandemik COVID-19 dari posko kelurahan," kata Brigjen TNI Agus Setyawan.

Menurut dia, inovasi tersebut bisa menginspirasi kota/kabupaten lain sebagai upaya untuk memaksimalkan PPKM di daerah-nya masing-masing.

"Bisa diadaptasikan di daerah lain, dengan demikian pengendalian COVID-19 bisa lebih terkontrol," katanya.

Di Kota Kediri, kasus COVID-19 hingga Kamis (18/2) mencapai 1.131 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, delapan orang masih dirawat, dua orang dipantau, 1.011 orang telah sembuh, dan 11 orang telah meninggal dunia.