Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin Apel Guru Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur di Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 4 Juni 2015

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin Apel Guru Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur di Alun-alun Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 4 Juni 2015 (Antara/Syaiful Arif)

Kediri - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Saifullah Yusuf mendukung pembangunan pondok pesantren untuk orang lanjut usia (ponpes lansia) oleh masyarakat. Ini mengingat kebutuhan penyediaan fasilitas tersebut masih besar.

"Pesantren seperti ini perlu dikembangkan di banyak tempat. Memang masih sedikit yang membuat pesantren lansia, padahal kebutuhan tempat untuk lansia juga semakin besar," katanya saat peresmian ponpes lansia di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Kota, Kediri, Minggu (11/10).

Ia mengatakan sebenarnya jumlah fasilitas sosial di Jatim sudah banyak. Namun, jumlah itu belum memadai untuk membantu menangani tingginya jumlah lansia, yang mencapai 4,7 juta jiwa.

Jumlah itu meningkat seiring dengan makin meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia, dimana usia harapan hidup mencapai 71-72 tahun, berbeda dengan 10 tahun lalu yang hanya sekitar 65 tahun.

Menurut dia, tidak semua lansia tersebut dalam kondisi mampu. Sekitar 50 persen di antaranya tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan. Dengan adanya pondok pesantren lansia, perawatan mereka akan lebih diperhatikan.

Ia juga mengatakan tidak semua lansia akan tinggal di panti asuhan seperti ponpes lansia ini sebab banyak dari mereka sudah bersama keluarga. Namun, ia menilai adanya pondok ini sangat bermanfaat. Untuk menghilangkan kejenuhan. Ia berharap pengelola pondok pesantren membuat beragam aktivitas.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan jumlah lansia di kota itu cukup besar. Pemerintah pun juga membuat beragam program untuk memerhatikan kesehatan para lansia, salah satunya dengan posyandu lansia.

Ia mengatakan pemerintah juga intensif melakukan pendataan, termasuk lansia yang masih belum terdata. Hal itu dilakukan sebagai bentuk perhatian dari pemerintah ke masyarakat, terutama lansia yang kurang mampu. Ke depan, mereka didata dan jika belum mempunyai kartu jaminan, akan diupayakan dibuatkan.

"Pemutakhiran data selalu kami lakukan," ujar Wali Kota.

Sementara itu, pengelola pondok pesantren lansia, KH Anwar Iskandar mengatakan pembangunan pondok pesantren lansia ini memang dilakukan untuk tujuan sosial.

"Banyak orangtua yang tidak terawat, anaknya kerja jauh-jauh sementara bapak dan ibunya sudah tua. Kami ingin gantikan kedudukan anak yang bekerja," ujarnya.

Ia mengaku yayasan juga sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tim medis, sehingga jika ada yang sakit pun, juga bisa langsung ditangani. Ia berharap yayasan itu bermanfaat bagi masyarakat.

/CAH

Antara