logo.png

Banyak Pedagang Batu Akik di Kediri Bangkrut


 
 
 

Kediri (beritajatim.com) – Batu akik yang sempat booming dan banyak di buru oleh berbagai kalangan beberapa waktu kini telah berangsur-angsur surut. Sehingga omzet penjualan pedagang batu akik turun drastis bahkan sejumlah pedagang mengalami kebangkrutan.

Di sepanjang Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Patiunus Kota Kediri inilah beberapa waktu lalu menjadi salah satu pusat jual beli batu akik. Dimana hampir sepanjang hari tidak pernah sepi dari warga untuk berburu keindahan batu akik.

Setiap lapak batu akik yang ada tidak luput menjadi incaran warga meski hanya sekedar mengolah batu akik, memoles mencari emban atau ring. Kini kondisi tersebut telah berubah, sejumlah lapak batu akik sepi pengunjung, bahkan hanya tinggal beberapa saja.

Menurut Dwi Laksono, salah satu pedagang yang masih bertahan, para pedagang batu akik menuai imbas penurunan omzet yang sangat drastic. Bahkan banyak dari pedagang batu akik bangkrut dan memaksa menutup lapaknya.

“Peminatnya sudah jauh berkurang. Paling-paling yang memang senang batu akik, bukan hanya sekedar hobi sesaat. Bagi pedagang yang sudah tidak sabar, akhirnya memilih menutup lapaknya,” ujar Veri Dwi Laksono, Sabtu (27/2/2016).

Sebelumnya, para pedagang batu akik setiap harinya mampu meraup omzet hingga Rp 1 juta dan membuka galerinya mulai pukul 08.00 WIB hingga larut malam kini turun hingga Rp 200 ribu.

Meski trend batu akik telah turun, namun menurut pedagang batu akik, harga maupun pembelinya mulai normal kembali, karena saat ini yang tengah berburu batu akik merupakan seorang penggemar batu akik sejati, bukan lagi orang yang ikut-ikutan trend. (nng/kun)


Sumber : beritajatim.com