logo.png

Pemkot Kediri Targetkan Eks Lokalisasi Semampir Kosong Bulan Agustus


 
Bangsa Online - Portal Berita Jawa TImur
 
Lokalisasi Semampir Kediri. foto: jasspro

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Kediri tampaknya serius dalam menyikapi keberadaan Eks lokalisasi Semampir yang disinyalir masih ada praktek prostitusi. Untuk itu, Pemkot akan menargetkan bulan Agustus mendatang, keberadaan eks lokalisasi terbesar di wilayah Kediri raya itu tidak lagi berpenghuni.

Kasi Trantib Sat Pol PP, Kota Kediri Nur Khamid mengatakan, acuan dikosongkannya Eks lokalisasi Semampir, sudah melalui mekanisme dan aturan yang diterapkan Pemerintah. Adapun acuan ke depannya, petugas bakal menjadikan bekas bisnis syahwat itu, sebagai wahana hiburan keluarga yang lengkap dengan segala hal di dalamya.

Di antaranya, ada gedung Islamic Center, rumah susun atau rusunawa yang wujudnya semacam apartemen. Lalu, taman bermain lengkap, meliputi taman bermain hijau dan juga wisata air, yang kesemuanya akan dikemas lengkap beserta aneka ragam, tempat perbelanjaan di dalamnya.

"Fungsi kami sebagai petugas penegak Perda, hanya mengacu Surat Gubernur Jatim, Nomor 460/7705/031/2014, tentang penanganan dan penutupan Lokalisasi WTS, hingga dilanjutkan Keputusan Wali Kota Kediri, Nomor 188.45/251.419.16/2014, tentang Tim Penanganan terpadu, penanganan Eks lokaliassi Semampir,“ kata Nurkhamid, Kamis (7/4), sore.

Lebih jauh, dikatakan Nurkhamid, mengacu keputusan tersebut, pihaknya juga sudah melakukan serangkaian aksi penegakan, yakni dengan melakukan serangkaian razia secara berkala. Juga, memberikan efek jera terhadap para penghuni di Eks lokalisasi Semampir, yang masih membandel.

"Dari keluarnya peraturan, kami juga sudah melakukan serangkaian aksi, hingga terbukti memberikan dampak jera terhadap para penghuni Eks lokalisasi Semampir. Awalnya, sesuai catatan didata kami, ada 200 PSK dan kini hanya tinggal 150 PSK, yang masih bertahan. Untuk itu, kami terus gencar melakukan rasia hingga target pengosongan, sembari melakukan sosialisasi agar PSK segera meninggalkan tempat “ pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Pemerintah Kota Kediri Budwi Shunu Hernaning, sebelumnya sudah menepis anggapan bahwa Pemkot Kediri lamban soal lokalisasi Semampir ini. Ia mengatakan pihaknya masih menunggu Fesibility Study (FS) atau studi kelayakan tentang peruntukkan Eks lokalisasi Semampir, ke depanya.

"Sejak munculnya surat keputusan Gubernur hingga keputusan Wali Kota Kediri, tentang poin penutupan Eks lokalisasi Semampir, kami sudah melakukannya. Secara prinsip, bekas bisnis syahwat ini sudah tutup, dan kami masih menunggu FS untuk melakukan pengosongan. Namun demikian, kami sudah mengintruksikan Sat Pol PP, untuk melakukan penerapan sesuai aturan yang berlaku,“ akunya. (rif/rev)


Sumber : bangsaonline.com