logo.png

Pemkot Kediri akui ada perubahan MoU perihal pembangunan kampus UB


 

 

LENSAINDONESIA.COM: Sikap tak konsisten ditunjukkan Pemerintah Kota Kediri yang akhirnya mengakui adanya perubahan perjanjian kerjasama pembangunan kampus Universitas Brawijaya. Salah satu yang paling krusial pembangunan tahap I dibebankan seluruhnya ke APBD 2016.

Sekretaris Kota Kediri, Budui Sunu HS menjabarkan Mou memang berubah karena beberapa hal termasuk pembangunannya uang menggunakan anggaran APBD. “Memang MoU dengan pihak UB direvisi tahun 2015 lalu,” kata Budui saat ditemui di ruangannya Senin (15/8/2016).

Budui menjelaskan revisi MoU di antaranya adalah terkait lahan dan gedung tetap milik Pemkot Kediri dengan anggaran Rp19 miliar. Pemkot diwajibkan untuk membangun gedung induk serta beberapa ruang kuliah. Adapun pihak Universitas Brawijaya baru mengeluarkan “modal” untuk pembangunan tahap kedua.

“Kita ini sama dengan investasi bila melakukan pembangunan kampus UB,” tutur Sekkota.

Terpisah, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kediri menilai langkah yang dilakukan pemkot tak sesuai denga prosedur. Seharusnya jika ada perubahan MoU maka Pemkot wajib memberikan pemberitahuan ke dewan dan bahkan harus dibentuk panitia khusus terlebih dahulu. “Kalau memang ada perubahan MoU seharusnya pihak Pemkot melaporkan hasil MoU tersebut pada kami,” kata Zaidib.

Muzer Zaidib pun menyebut tak salah jika proyek pembangunan kampus UB adalah proyek siluman. Meski telah menyetujui anggaran untuk pembangunannya, namun MoU tersebut tidak dijabarkan kepada anggota dewan. “Kami butuh tahu isi dari MoU tersebut, diuntungkan nggak pihak Pemkot Kediri, bukan slintutan seperti ini ” Kata Zaidib melalui telepon selulernya.


Sumber : lensaindonesia.com