logo.png

Siap Manfaatkan Taman Tempurejo


Siap Manfaatkan Taman Tempurejo

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEDIRI KOTA – Pemkot hampir menyelesaikan penggarapan taman kota di Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren. Kemarin, taman yang akan dinamakan Taman Herbal tersebut tinggal tahap finishing.

Kabag Humas Pemkot Kediri Apip Permana menjelaskan, pembangunan taman yang terletak di lingkungan Kresek, Tempurejo itu murni menggunakan dana APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Dana yang masuk program pengembangan kota hijau (P2KH) tersebut kemudian didelegasikan kepada Dinas PU Provinsi Jawa Timur untuk realisasinya. Makanya Dinas PU Kota Kediri tidak terlalu terlibat dalam proses pembangunannya. “Pemkot hanya mencarikan tempatnya saja,” ujarnya.

Mengapa di Tempurejo? Menurut Apip, di dua kecamatan lain sudah ada taman. Di Kecamatan Kota sudah ada Taman Ngronggo. Sedangkan di Kecamatan Mojoroto sudah ada Taman Sekartaji. Makanya pilihan mengarah ke Kelurahan Tempurejo. “Ada ketersediaan lahan dan cukup strategis,” urainya.

Diketahui dana yang digelontorkan untuk pembuatan taman seluas 1,6 hektare (ha) ini sekitar Rp 5 miliar. Namun karena dana tidak cukup untuk membangun taman yang terlalu luas, maka pembangunannya dibagi dua sesi.

“Anggarannya sekitar itu, tapi belum tahu hasil lelang dari provinsi tembus berapa,” tambah mantan lurah Jamsaren tersebut.

Apip mengatakan, dana P2KH hanya untuk membangun taman seluas 1,1 hektare. Sedangkan sisanya sekitar 0,5 hektare akan diteruskan tahun depan dengan menggunakan dana dari APBD. “Kita upayakan agar jumlah RTH (ruang terbuka hijau) Kota Kediri mendekati ideal,” urainya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Tempurejo Suminarto menjelaskan, memang hanya melakukan monitoring sesekali. Itu untuk mengetahui perkembangannya. Karena bagaimanapun taman tersebut berada di wilayahnya. “Dulunya tanah ini adalah tanah kas desa,” terangnya kepada wartawan koran ini.

Berdasarkan keputusan pemkot, tanah itu dialihfungsikan menjadi taman. Sedangkan tanah kas dipindahkan ke lokasi lain. “Itu kan aset pemkot jadi kita manut,” tuturnya.

Suminarto mendengar, taman itu nanti juga digunakan tempat pendidikan masyarakat, khususnya untuk tanaman herbal. Rencananya bangunan di sebelah selatan untuk kegiatan pembelajaran. Sedangkan di sekelilingnya nanti diperbanyak untuk tanaman obat-obatan.

Hanya saja, Suminarto mengaku, tidak mengetahui apakah rencana tersebut masih tetap atau sudah berubah. “Saya tahunya ya mau dibuat taman herbal,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ada sekitar enam gazebo yang dibangun di sana. Di bagian tengah terdapat kolam pasir mini dan juga kolam air lengkap dengan air mancurnya. Di sebelah utara terdapat musala. Di sela-selanya terdapat jogging track yang juga digunakan jalur sepeda.

Kemarin, taman sudah sepi dari aktivitas pembangunan. Hanya beberapa orang yang mengecat pagar dan memasang atap spandek di satu tempat duduk taman. “Ini hari terakhir kita bekerja di sini,” terang Pur, salah satu pekerja, saat ditemui di sela-sela aktivitas bekerja.

Sementara itu, Sumarjito, 35, warga Tempurejo, merasa senang kini ada taman di kelurahannya. Jika sebelumnya, ia sering membawa anaknya jalan-jalan ke SLG, kini di sekitar tempat tinggalnya sudah ada tempat bermain yang lebih dekat.

“Setiap sore anak saya ngajak jalan-jalan,” urai pria yang sedang menunggui anaknya bermain ayunan tersebut. 


Sumber : radarkediri.jawapos.com