logo.png

Belum Ada Aturan Tegas


 

 

KEDIRI KOTA – Taman-taman baru di Kota Kediri mulai diminati masyarakat dari berbagai kalangan dan umur. Untuk menjaga ketertibannya, petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) melakukan pengawasan secara intensif. Hanya saja, untuk penindakan masih belum ada aturan tegas.

Seperti ketika sedang patroli di Taman Sekartaji, Mojoroto, kemarin misalnya. Tim aparat penegak peraturan daerah (perda) ini menemukan ada pengunjung yang merokok. Karena belum ada aturan jelas terkait perokok di taman, mereka hanya memberi imbauan.

“Kami tidak bisa bertindak lebih jauh, karena aturan soal ini belum ada,” ujar Plt Kepala Satpol PP Kota Kediri Ali Mukhlis melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Nurkhamid, kemarin.

Sebelumnya, informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kediri menyebut, pagi itu satpol PP melakukan pengawasan di titik-titik yang rawan. Termasuk taman-taman baru di Kota Tahu. Sasarannya, pelajar yang bolos dan tindak asusila. “Ya ini patroli rutin,” katanya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, menurut Nurkhamid, situasi cenderung kondusif. Pihaknya, tidak menemukan siswa-siswa membolos maupun pasangan-pasangan bukan suami istri yang berbuat mesum.

Meski demikian, ketika patroli di Taman Sekartaji timnya memergoki salah satu pengunjung sedang merokok. Memang pria tersebut masyarakat biasa, bukan siswa. Namun petugas tetap menegurnya.

Sebab, ada masukan dari masyarakat agar taman dan tempat-tempat umum lainnya bebas dari asap rokok. “Apalagi peruntukan taman adalah tempat berkumpul keluarga dan anak-anak,” tambahnya.

Oleh karena itu, Nurkhamid menganggap, merokok di taman maupun fasilitas umum sebagai perbuatan melanggar ketertiban umum. Kendati begitu, satpol PP hanya sebatas memberikan imbauan. Bentuk tindaklanjutnya tidak sampai pemberian sanksi peringatan atau denda.

Pasalnya, diakui Nurkhamid, memang belum ada aturan khusus terkait dengan pelarangan merokok di taman kota. Sehingga tidak ada pendataan dan pemberian sanksi khusus terhadap orang-orang yang merokok di sana. “Tadi (kemarin) yang kita lakukan sifatnya hanya imbauan saja,” tandasnya.

Apakah larangan merokok nantinya akan diterapkan di setiap taman Kota Kediri? Nurkhamid menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan pelarangan. Namun hanya berupa imbauan saja.

Itu karena aturan terkait dengan ruang terbuka hijau (RTH) memang belum ada. “Kan RTH juga masih baru, jadi ini menjadi langkah awal kita menjaga ketertiban di sana,” urai pria asli Pagu, Kabupaten Kediri tersebut.

Berikutnya, lanjut Nurkhamid, satpol PP berencana menggandeng instansi-instansi lain yang terkait. Seperti dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan (DLHKP), bagian hukum pemkot, hingga DPRD Kota Kediri.

Usulannya, menurut dia, pertama adalah adanya peraturan tegas terkait pelarangan merokok di taman atau RTH. Usulan tersebut untuk selanjutnya harus diikuti upaya menyediakan smoking area.

Karena jika dibangun smoking area terlebih dahulu tanpa ada aturan pasti yang mengikat, menurut Nurwakhid, akan membuat fasilitas tersebut justru mangkrak. “Jadi memang penerapannya harus bertahap,” tandasnya.


Sumber : radarkediri.jawapos.com