logo.png

Ribuan Warga Padati Perayaan HUT Klentheng Tjoe Hwie Kiong


  • Ribuan Warga Padati Perayaan HUT Klentheng Tjoe Hwie Kiong
 

KBRN, Kediri: Dalam perayaan ulang tahun ke-200 Klenteng Tjoe Hwie Kiong menjadi hiburan tersendiri bagi ribuan warga Kediri dan sekitarnya. Hal ini, adanya pawai barongsai, leang-leong, dan jaranan mengelilingi kota Kediri, Minggu (23/4/2017) pagi.

Meski sempat membuat jalanan macet, namun pawai yang digelar ini ternyata sangat dinantikan warga. Terbukti, disepanjang jalan banyak warga yang antusias menunggu kedatangan pawai barongsai.

“Saya bersama istri dan anak-anak sengaja datang ke Kota Kediri untuk melihat atraksi barongsai. Tontonan gratis ini sangat menghibur karena banyak pesertanya dan banyak atraksinya,” kata Winarko, salah satu warga Kabupaten Kediri.

Pantauan dilapangan, usai berangkat dari titik start di Klenteng Tjoe Hwie Kiong, peserta melakukan atraksi di beberapa titik termasuk di depan Balaikota Kediri.

Ditempat itu, sudah menunggu sejumlah pejabat mulai dari Wakil Walikota Kediri Lilik  Muhibbah, Sekretaris Daerah Kota Kediri- Budwi Sunu H.S, Dandim 0809-Letkol Arm Joko Setiyo Kurniawan, Kapolres Kediri - AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H. dan ratusan warga lainya.

Menariknya, depan balaikota setiap kelompok  menampilkan atraksi yang begitu menarik, diantaranya  tari Liang Liong atau tari naga.  Terlihat, beberapa pejabat yang duduk di tenda kehormatan merespon atraksi dari beberapa pemain barongsai berusia muda dengan memberikan angpao dalam amplop merah.

Untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, pawai tersebut mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Kediri. Sedikitnya, ada 100 personel yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup.

“Tariannya tahun ini lebih bervariasi dan inovatif. Kegiatan yang menampilkan keragaman seperti ini sangat selaras dengan semangat harmoni Kediri.  Tentunya, saya berharap kebersamaan seperti ini bisa lebih membuat NKRI tetap terjaga,” ujar Wakil Walikota Kediri usai menyaksikan pawai.

Untuk diketahui, sebanyak 38 peserta dari Jawa, Bali dan Sumatera, yang mengikuti pawai. Bukan hanya warga Tionghoa. Kirab budaya ini sekaligus juga sebagai wujud keberagaman dan sikap saling menghargai yang ditunjukkan masyarakat Kota Kediri.


Sumber : rri.co.id