logo.png

DLHKP Usulkan CSR 800 Juta ke Gudang Garam


DLHKP Usulkan CSR 800 Juta ke Gudang Garam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEDIRI (Realita)- Terkait 64 lampu penerangan Stadion Brawijaya yang rusak, pihak DLHKP Kota Kediri yang saat ini menangani Stadion Brawijaya, masih menunggu bantuan dari pihak PT.Gudang Garam Rp 800 juta. Penerangan Lampu stadion mati mengakibatkan lapangan hijau yang menjadi kebanggaan warga Kota tahu dan Persikmania, krisis penerangan.

"Memang, Kami mengandalkan bantuan PT Gudang Garam, Tbk, melalui program CSR.Karena, kalau menunggu kucuran APBD akan memakan proses lama. lampu penerangan ini akan dibutuhkan segera," katanya Kepala DLHKP Kota Kediri, Didik Catur,  Minggu (23/4/2017), saat menghadiri penghijauan di kawasan Gunung Klothok.
Ketika ditanya, akan alokasi dana yang dibutuhkan mengganti lampu penerangan, Didik Catur menjawab, kisaran yang dibutuhkan Rp 150 juta, dengam estimasi 27 lampu yang rusak.
" Biaya yang dibutuhkan berkisar Rp150 jutaan, dengan rincian Rp 5 juta sampai Rp6 juta, tiap lampunya. Hal ini mengacu jumlah 27 lampu yang rusak,dengan jumlah total 64 lampu," pungkasnya.Didik juga menambahkan, jika pihak DLHKP telah mengajukan pada pihak gudang Garam Sebesar 800 juta. Kita mengajukan u sulkan ke Gudang garam senilai Rp 800 juta," kata Didik.
Sekedar diketahui, lampu penerangan di Stadion Brawijaya Kota Kediri mati sejak dua tahun lalu. Tetapi, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Tata Ruang kebersihan dan pertamanan (DTRKP), yang kini menjadi Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP), belum menggantinya. 
Padahal, kompetisi resmi Liga 2 Indonesia sendiri akan digulirkan pada 18 April 2017. Bahkan, tim sepakbola Persik Kediri juga menjadi salah satu peserta kompetisi level dua dan Persik sudah melakoni serangkaian uji coba


Sumber : realita.co