ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi Parasamnya. Hal ini disebabkan, selain mampu mempertahankan penghargaan tertinggi dari Presiden RI secara berturut-turut, juga diikuti sejumlah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur yang memberikan pelayanan prima dan terbaik untuk kalangan masyarakatnya.

Atas prestasinya itu, Presiden RI, Joko Widodo melalui Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto memberikan penghargaan Parasamnya Purna Karya Nugraha Tahun 2017 kepada Provinsi Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan Wiranto didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kumolo dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXI yang dilaksanakan di Alun – Alun Sidoarjo dengan tema Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik Melalui E Government, Selasa (25/04).

Sebelumnya Pemprov Jatim sudah berhasil meraih penghargaan Parasamnya Purna Karya Nugraha mulai tahun 2013 hingga 2015. Ditambah seperti Kabupaten Sidoarjo, Lamongan, Kabupaten Malang, Banyuwangi, Kota Surabaya, Mojokerto, dan Kota Kediri yang juga meraih penghargaan yang sama.

Dirjen Otoda Kemendagri, Soni Soemarsono mengatakan, Jawa Timur memang layak disebut Provinsi Parasamnya karena 3 tahun berturut-turut berhasil mempertahankan penghargaan ini. Apalagi selama dua periode. “Tujuan Otoda sebagai momentum mengevaluasi kinerja pemerintah daerah otonom baik provinsi, kota, maupun kabupaten di seluruh Indonesia. Ada 549 daerah otonom terdiri dari 34 pemerintah provinsi, 415 pemerintah kabupaten dan 93 pemerintahan kota,” jelasnya.

Menurut Soni, seluruh daerah otonom itu harus berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik. “Karena Jatim layak disebut Provinsi Parasamnya itulah kami memilih Sidoarjo sebagai lokasi acara Hari Otoda ini. Karena Jatim berhasil mempertahankan penghargaan itu selama 2 periode berturut-turut artinya selama 6 tahun terakhir. Ini harus menjadi apresiasi provinsi, kabupaten dan kota lainnya,” katanya.

Sementara itu Menkopolhukam, Wiranto menguraikan, otonomi daerah harus mengutamakan pelayanan prima dan terbaik ke masyarakat. Selain itu membuka peluang usaha bagi warga miskin untuk menciptakan lapangan pekerjaan. “Ditunjang pelayanan perizinan satu atap yang mengutamakan teknologi informasi dan komunikasi,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menilai dirinya hanya koreografer (dirijen) dan komposer. Pemain orkestranya, adalah para bupati dan walikota yang sangat handal memimpin kota dan kabupatennya masing-masing.

“Kuncinya di pelayanan publik yang memanusiakan manusia serta kemauan dan komitmen kuat bupati dan walikota di Jatim dalam meningkatkan pelayanan publik,” pungkasnya. (sid2)

Keterangan gambar : Menkopolhukam, Wiranto didampingi Mendagri, Tjahyo Kumolo menyerahkan penghargaan Parasamnya Purna Karya Nugraha dalam acara Peringatan Hari Otoda XXI di Alun – Alun Sidoarjo.