logo.png

Inilah Upaya Pemkot Kediri Teruskan Pembangunan Jembatan Brawijaya


Inilah Upaya Pemkot Kediri Teruskan Pembangunan Jembatan Brawijaya

Kediri (beritajatim.com) - Tiga tahun berhenti karena persoalan hukum, pembangunan Jembatan Brawijaya Kota Kediri tampaknya bakal dilanjutkan. Ini setelah kerja keras Pemerintah Kota Kediri mulai menemukan titik temu.

Putusan kasasi MA Nomor  48 B/Pdt.Sus-Arbt/2016 tanggal 27 Desember 2016 menyebutkan bahwa PT. Fajar Parahiyangan, sebagai pemenang lelang sebelumnya dapat untuk segera melanjutkan pekerjaan. Namun dalam kepetusan MA tersebut, harga satuan yang diakui adalah harga pada 2015.

Tentu nilai harga tersebut sudah tertinggal dengan perkembangan harga pada 2017 ini. Hal ini berdampak penyelesaian jembatan masih terhenti hingga pertengahan 2017. Demikian rilis dari Humas Pemkot Kediri.

Untuk mempercepat  penyelesaian, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo mengenai kelanjutan pembangunan Brawijaya.

Bagai gayung bersambut, surat tersebut ditanggapi oleh Kementrian Sekretariat Negara RI yang mengundang Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk membahas kelanjutan Jembatan Brawijaya.

Hasil dari rapat tersebut adalah disepakati bahwa pembangunan jembatan Brawijaya akan dilanjutkan dengan catatatn :

1.    Pemerintah Kota Kediri telah menerima surat dari Kementrian Sekretariat Negara terkait hasil rapat di Kementrian Sekretariat Negara pada hari Senin, 10 Juli 2017.
2.    Pemkot membentuk Tim Kota Kediri Penyelesaian Pembangunan Jembatan Brawijaya.
3.    Pengkajian/penghitungan/penyesuaian harga satuan sesuai peraturan yang berlaku (Permen PU Nomor 28 Tahun 2016
4.    Melakukan koordinasi dengan PT Fajar Parahiyangan agar pelaksanaan pembangunan bisa segera dilaksanakan dengan memperhitungan sisa waktu dan anggaran.
5.    Menyampaikan surat kepada Ketua MA untuk meminta audiensi berdasarkan surat hasil rapat di kementrian Sekretaria Negara pada hari senin, 10 Juli 2017.
6.    Melakukan cut of atau MC 0 dengan pendampingan dari peserta rapat di Kementrian Sekretarian negara ( Bareskrim, BPKP, Kejaksaan Agung, Kementrian PU PR, dan LKPP).


Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam pernyataanya, berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan mega proyek Jembatan Brawijaya. Bahkan, selama tiga tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Kediri, pihaknya selalu menganggarkannya.

"Jangan salah, selama tiga tahun ini Pemkot Kediri mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan Jembatan Brawijaya. Tetapi karena ada persoalan hukum itu, sehingga belum bisa dilaksanakan. Kami tidak ingin ketika keputusan kementerian memperbolehkan, kemudian kami tidak siap anggarannya," tegas Mas Abu, panggilan akrab kepala daerah berusia 37 tahun ini ketika ditemui disela acara halal bihalal di Kantor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, beberapa waktu lalu.

Jembatan Brawijaya diharapkan bakal menjadi akses penghubung wilayah Kecamatan Kota dengan Mojoroto yang terpisahkan oleh Sungai Brantas. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan Jembatan Lama yang kondisinya sudah memperihatikan.


Sumber : beritajatim.com