logo.png

Darurat Narkoba Pejabat Baru BNNK Kediri Komitmen Perangi Narkoba


 

PEJABAT BARU : Pejabat baru Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Bunawar didampingi pejabat lama AKBP Lilik Dewi Indarwati (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co– Setelah menjabat sejak 2010, jabatan Kepala BNN Kota berpindah komando dari AKBP Lilik Dewi Indarwati digantikan pejabat baru AKBP Bunawar.  AKBP Bunarwar yang sebelumnya menjabat Penyuluh Ahli Madya Direktorat PSM Dayamas BNN RI komitmen siap memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Dalam catatan kami telah menanggani sekitar 700 kasus, kemudian pada Tahun 2015 dilakukan program rehabilitasi, telah banyak pengguna narkoba telah berhasil dibebaskan dari ketergantungan obat terlarang. Faktor utama para pemakai, karena hubungan keluarga, lingkungan terdekat dan kami memiliki obat mujarab untuk menjadikan sadar diri,” jelas AKBP Lilik.

Menjelang berakhirnya masa tugas, AKBP Lilik telah mengungkap dua kasus peredaran sabu di Kota Kediri. “Sesuai target harusnya satu kasus, namun karena berkat kerjasama yang baik dalam memerangi narkoba, tangkapan kami terakhir berhasil mengamankan pengedar beserta pengguna sebanyak 7 orang,” jelasnya.

Meski demikian ada tugas berat di pundaknya, setelah berhasil mendirikan kantor BNN Kota Kediri, maka seiring jabatan barunya juga akan mengusahkan berdirinya Kantor BNN Kabupaten Kediri yang permanen. “Karena kantor yang sekarang masih menempati bangunan milik SD. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah,” terangnya.

Selanjutnya, Bunawar dihadapan para wartawan mengaku buta soal Kota Kediri. Namun dengan dasar pendidikan reserse kriminal, tentunya tidaklah sulit bagi pejabat baru BNN Kota Kediri untuk segera melakukan pemetaan dan melibatkan kekuatan intelejen untuk melakukan pengawasan dan pemberantasan narkoba.

“Selain memberantas, kami akan lakukan efek jera. Diantaranya mengawasi tempat hiburan malam yang identik dengan obat terlarang. Kami akan libatkan tim intelejen Polresta, kawan-kawan media dan keberadaan relawan untuk melakukan pengawasan. Kita juga akan bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan ulama, untuk bekerjasama melakukan sosialisasi, pemberantasan dan rehabilitasi,” jelasnya.


Sumber : duta.co