Kediri (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menyalurkan bantuan untuk masyarakat, melalui program pemberdayaan masyarakat (prodamas) yang dilakukan menjelang Lebaran 2018.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Kediri, Mandung Sulaksono di Kediri, Rabu, mengemukakan bantuan itu adalah hak penerima. Prodamas telah memberikan manfaat secara langsung untuk warga yang membutuhkan.

"Bantauan sosial prodamas ini memang untuk warga penerima. Untuk itu, kami berharap bantuan bisa digunakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Bansos tersebut diberikan pada masyarakat di Kelurahan Dermo, Gayam, Ngampel dan Sukorame yang masuk tahap ke-2 dan Kelurahan Tamanan yang masuk tahap ke-3. Besarnya juga disesuiakan dengan kebijakan masing-masing RT.

Mandung juga meminta masyarakat agar selalu bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan, terlebih lagi saat ini bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran 2018. Jika ada warga pendatang yang menginap, sebaiknya melapor ke ketua RT setempat.

"Laporan siaga RT 1x24 jam di ketua RT itu wajib berlaku untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Semoga ibadah kita di bulan Ramadhan 2018 berjalan dengan lancar dan mendapatkan barokah dari Allah SWT," katanya.

Pemkot meluncurkan prodamas sejak 2014. Selama ini prodamas dirasa bermanfaat. Dari hasil evaluasi yang diungkapkan para ketua RT di pemkot. Banyak kebutuhan di lingkup RT yang bisa dipenuhi dengan memanfatkan dana yang diberikan sebesar Rp50 juta per tahun itu.

Dalam prodamas tersebut, pemerintah telah membuat keputusan untuk porsi manfaat, yaitu 60 persen untuk infrastruktur dan lainnya yaitu 20 persen sosial dan 20 persen ekonomi. Namun, jika untuk infrastruktur sudah baik, RT diberikan kewenangan untuk mengalokasikan ke yang lebih utama, misalnya untuk infrasktur tidak harus 60 persen.

Pemerintah saat ini juga sedang menyiapkan prodamas plus. Dalam prodamas plus nantinya tetap ditujukan untuk meningkatkan IPM warga Kota Kediri, baik untuk bidang ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.

Rencananya, realisasi program itu juga akan dibuat dengan lebih luwes, sesuai dengan kebutuhan di setiap RT. Untuk pembahasannya, RT membahasnya dengan pendamping serta warga, sehingga semua bisa saling memberikan masukan agar RT di daerahnya bisa menjadi lebih baik.