logo.png

Perayaan Tahun Baru Islam di Kediri Doa Bersama untuk NKRI


DetikNews

 

 

 

Perayaan Tahun Baru Islam di Kediri, Doa Bersama untuk NKRIFoto: Andhika Dwi Saputra

Kediri - Halaman Masjid agung dan jalanan di sekitar Alun Alun Kota Kediri dipenuhi ribuan warga dan santri. Mereka menggelar doa bersama merayakan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah.

Dalam acara yang digelar rutin setiap tahun, khususnya jelang tahun baru Islam, puluhan ribu umat muslim Kediri berkumpul di area Masjid Agung Kota Kediri dan alun-alun kota. Pihak berwajib melakukan penutupan pada Jalan PB Sudirman dan Jalan Urip Sumoharjo sejak sore hari, jalan itu juga merupakan penghubung jalan antara Kediri dan Tulungagung.

Selain doa bersama, diselenggarakan pula salat berjamaah serta membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Warga dan santri mengikuti doa bersama dengan tertib dan khusyuk. 

KH.Anwar Iskandar yang biasa disebut Gus War, kiai sepuh Kediri sekaligus pengasuh Ponpes Al Amin Kediri memimpin doa bersama. Doa bersama kali ini diharapkan mampu menjadi benteng dan penguat Indonesia dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan musibah yang datang agar Indonesia lebih baik.

"Semoga dengan doa dari puluhan ribu santri dan warga ini bisa membuat Indonesia semakin baik dan kuat dalam menghadapi tantangannya," ucap Gus War usai memimpin doa bersama, Rabu, (20/09/2017).

Gus War juga menghimbau kepada para warga dan santri serta peserta doa bersama agar saling menjaga silaturahmi serta menjaga NKRI, utamanya memasuki tahun politik. Tidak saling adu domba, black campaign dalam pesta demokrasi. Utamanya juga jangan Golput dan tidak menggunakan hak pilihnya.

"Sebenarnya biasa saja, tahun politik dan pesta demokrasi, namun kita harus tetap menjaga keutuhan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila, berbeda tapi tetap Indonesia," imbuh Gus War.

Habibul Munthoha (26) salah seorang peserta doa bersama, berharap agar menjelang tahun politik, pemilihan presiden kondisi Kediri dan Indonesia aman serta selalu dilimpahkan rahmat dan rezeki.

"Saya ikut doa bersama ini dengan harapan agar menjelang tahun politik dan pemilihan presiden berjalan aman, sehingga kami masyarakat dapat bekerja dan mencari rejeki lebih baik," ucap Habibul.

Usai salat Isya berjamaah, para warga dan santri membubarkan diri dengan sebelumnya menyalakan kembang api sebagai tanda perayaan tahun baru Islam 1440 Hijriyah. 


Sumber : detik.com