Kediri (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Kediri berhasil meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur untuk predikat terbaik II kategori pemerintah kabupaten/kota dengan kerja sama dan penggunaan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Rabu, mengatakan, penghargaan itu diberikan dalam acara "Statistical Capacity Building" Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Menurut dia, prestasi ini merupakan bentuk penghargaan untuk Kota Kediri. Selama ini, pemerintah kota telah bekerja sama dengan BPS Kota Kediri untuk mengkaji lebih dalam data-data terkait Kota Kediri, seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, IPM, kemiskinan, dan sebagainya.

"Kami bekerja sama dengan BPS. Dengan memahami data tersebut dapat diambil kebijakan yang tepat. Misalnya kemiskinan, kami akan intervensinya. Kemudian inflasi, kami bisa lakukan intervensi pasar, sehingga inflasi kita paling rendah di Jawa Timur. Jadi data-data dari BPS benar-benar kami gunakan untuk membuat kebijakan," katanya.

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri ini menambahkan bahwa setiap daerah pasti memiliki data-data yang berbeda serta karakteristik daerah yang berbeda-beda. Data tersebut juga pastinya akan sangat penting saat pengambilan kebijakan, sehingga peran BPS juga sangat diperlukan.

"Itulah yang dilakukan oleh Pemkot Kediri sehingga kemiskinan di Kota Kediri berada di bawah nasional dan IPM di Kota Kediri jauh di atas nasional. Kami intervensi dalam bentuk kebijakan," kata dia.

Mas Abu juga mengatakan dengan adanya kebijakan-kebijakan yang telah diambil tersebut, angka harapan hidup di Kota Kediri bisa semakin tinggi, angka kematian ibu dan bayi rendah dan rata-rata lama sekolah tinggi.

"Kami juga akan kejar (angka harapan hidup di Kota Kediri bisa semakin tinggi, angka kematian ibu dan bayi rendah). Banyak juga orang berbicara bahwa investasi terbaik adalah di bidang sumber daya manusia. Di Kota Kediri SDM juga akan semakin baik," kata dia.

Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T. Brahmana mengungkapkan bahwa dalam melakukan perencanaan Pemkot Kediri menggunakan data yang dikeluarkan oleh BPS, termasuk dalam melakukan evaluasi kegiatan juga menggunakan data yang telah disajikan BPS.

Data BPS, kata Ellyn diakui oleh pemerintah dan metodologi yang digunakan berstandar internasional. Selain itu, data itu juga diakui PBB, sehingga dengan membuat kebijakan berdasarkan data BPS, Kota Kediri berhasil mengendalikan inflasi dan mendapat predikat sebagai TPID terbaik.

"BPS telah melaksanakan fungsinya sebagai sumber data dengan menjaga independensi yang ada, BPS bekerja secara objektif dan profesional," kata Ellyn.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jatim dalam acara "Statistical Capacity Building" Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Program tersebut diselenggarakan selama tiga hari mulai 6 November 2018, dengan tujuan untuk memperkenalkan lebih dalam indikator-indikator pembangunan, yakni, inflasi, pertumbuhan ekonomi, IPM, kemiskinan dan ketimpangan.

Melalui pegenalan ini pemda diharapkan memperoleh gambaran bagaimana indikator-indikator tersebut dibentuk dan dapat mengambil kebijakan yang tepat.