Putra Daerah Kota Kediri, Raih Medali Perunggu Olimpiade Kimia Tingkat Nasional

berita | 27/09/2021

Membanggakan, satu kata yang cocok untuk menggambarkan pemuda asal Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri ini. Bagaimana tidak, karena semangatnya, ia berhasil menjuarai olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA) Nasional kompetensi bidang Kimia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek).

 

Ia adalah Achmad Nurul Yaqin (21) mahasiswa kedokteran. Berkat kecintaanya dalam dunia sains, berhasil mengantarkannya menjadi peraih medali perunggu. Meski ia mengaku soal-soal yang dikerjakan lebih sulit dari tahun sebelumnya, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya. 

 

“Persiapannya tidak sematang tahun lalu, dari pengumuman awal kaya berapa yang lolos perwakilan universitas itu singkat banget. Jadi, buat ngejar materi, review materi baru itu kebut-kebutan, ditambah tahun ini aku lebih fokus ke PKM,” ungkap Yaqin, Minggu, (25/9).

 

Mahasiswa Kedokteran asal RT 5 RW 6 Lingkungan Baudendo, Kelurahan Ngronggo tersebut pun berusaha santai agar tidak tegang dalam menghadapi KN-MIPA, terlebih pengalaman tahun sebelumnya Ia jadikan pelajaran untuk tahun ini. “Agak santai karena tahun kemarin pernah ikut, jadi bisa buat pelajaran. Pas diumumin, Alhamdulillah seneng banget, meskipun dapat perunggu tapi jauh lebih senang karena soalnya lebih sulit,” imbuh Yaqin.

 

Memang sejak kecil, Yaqin mengaku senang mengikuti berbagai macam perlombaan dan kejuaraan. “Sejak saya MI sering ikut lomba-lomba, pada waktu itu saya juga sering mengalami kegagalan ketika berlaga dalam kompetisi-kompetisi yang saya ikuti, namun hal itu justru menjadi penyemangat buat saya untuk upgrade diri,” ungkap pemuda berkacamata ini.

 

Ia berpesan kepada setiap pemuda-pemudi yang ada di Kota Kediri supaya terus semangat dalam menggapai impian dan cita-citanya. Menurutnya, setiap peluang yang datang harus dimanfaatkan.

 

“Jangan takut gagal, kapan lagi punya kesempatan. Jangan sampai nyesel karena ada kesempatan terus kita meninggalkannya gara-gara cuma  takut gagal. Tidak dapat kesempatan lebih menyakitkan daripada gagal,” pungkas Yaqin.

 

Sementara itu, Dimyati, Ayah dari Yaqin mengaku sangat bangga atas prestasi yang berhasil diraih oleh anak pertamanya tersebut. “Alhamdulillah, saya sangat bangga dan bersyukur sekali atas prestasi yang berhasil diraih oleh anak saya,” terangnya, Sabtu, (25/9)

 

Pihaknya berharap, semoga prestasi yang berhasil diraih oleh putranya ini dapat menjadi penyemangat untuk mengukir prestasi-prestasi berikutnya.

 

(Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri)