Gelar Workshop Kesehatan Reproduksi Catin, Dinkes Kota Kediri Tingkatkan Koordinasi Pelayanan Kesehatan

berita | 07/06/2023

Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian Bayi (AKB) masih menjadi perhatian penting pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Berbagai intervensi telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, mulai dari masa sebelum hamil/prakonsepsi. Hal ini dapat diupayakan melalui peningkatan kesehatan reproduksi bagi Calon Pengantin (catin).

 

Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan kerjasama Pemkot Kediri dengan kader Kilisuci dan lintas sektor terkait (Kemenag, P3NK, Dispenduk Capil,Puskesmas, Lintas Agama) dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan pada calon pengantin, hari ini, Senin (6/6) Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar Workshop Kesehatan Reproduksi di salah satu hotel dan resto yang ada di Kota Kediri.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adima saat dihubungi mengatakan bahwa workshop ini merupakan salah satu upaya Pemkot Kediri untuk menyiapkan kehamilan yang berkualitas sehingga dapat mencegah AKI dan AKB, mencegah kecacatan bayi, bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang diakibatan dari ibu hamil kurang gizi, dan menekan resiko stunting. “Calon pengantin adalah cikal bakal terbentuknya sebuah keluarga, mereka perlu mempersiapkan kondisi kesehatannya agar dapat menjalankan kehamilan sehat dan dapat melahirkan generasi penerus yang juga sehat,”ujarnya.

 

Fauzan menjelaskan bahwa calon pengantin dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskemas atau rumah sakit. “Jika catin berasal dari Kota Kediri, pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan secara gratis di Puskesmas, namun jika salah satu catin berasal dari daerah lain akan ada biaya sesuai perda yang telah diatur,”ungkapnya.

 

Fauzan juga menjelaskan bahwa ada beberapa tes kesehatan yang akan dilakukan oleh catin, seperti pemeriksaan HB, HIV, sipilis, Hepatitis, golongan darah, gula darah dan tekanan darah untuk memastikan ada tidak atau tidaknya penyakit baik itu yang menular ataupun tidak menular. “Hasil dari Pemeriksaan ini memang tidak menghalangi catin untuk menikah, tapi dengan pemeriksaan ini akan membantu catin dalam menjalankan proses kehamilan dan kelahiran nantinya. Jika dalam pemeriksaan ini catin menderita sakit tertentu, pihak Puskemas akan memberikan konseling dan rujukan untuk mengatasi sakit yang catin derita”terangnya.

 

Tak hanya melalui workshop bagi kader ini saja, untuk memastikan catin mendapatkan pelayanan kesehatan Dinkes Kota Kediri juga bekerjasama dengan kementerian Agama dan KUA untuk menyelipkan materi kesehatan reproduksi pada bimbingan perkawinan.”Jadi kita tidak hanya bekerjasama dengan kelurahan dan Puskesmas saja,”tegasnya.

 

Terakhir Fauzan berpesan agar catin di Kota Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit, jika ada dapat segera diketahui, ditindaklanjuti dan diobati. “Pemeriksaan ini sebenarnya untuk kebaikan dan kepentingan para catin itu sendiri. Jadi saya berharap mereka dengan kesadaran dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan agar tidak ada penyesalan nantinya,”pesannya.

 

Adapun pemateri pada workshop ini dari IDI Kota Kediri dan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD dr Sutomo Surabaya/FK UNAIR.

 

*(Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri)*