KBRN, Kediri: Seiring kian munculnya beragam penyakit pada zaman modern dan di masih adanya Pandemi Covid-19, seorang warga di Kota Kediri, Wahyu Yuwono, berupaya mengenalkan khasiat tanaman obat keluarga (Toga) dengan mendirikan Kafe Jamu, bernama WahCafe. Bahkan hal ini diyakini bisa menghadapi meluasnya kasus sebaran Virus Corona, di samping pengetatan Prokes 5M.
"Nama ini merupakan kepanjangan dari Wahyu Alam Herbal Cafe. Tujuan utama pendiriannya untuk melestarikan tanaman Jamu dan obat Keluarga, sehingga ini cocok digunakan menambah imunitas tubuh saat Pandemi Covid-19," kata Wahyu, yang juga pemilik Taman Toga Wahyu Alam, saat Launching WahCafe di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Sabtu (8/1/2022).
Konsep yang ditawarkan di tempat tersebut, lebih kepada sarana pendidikan di mana, pihaknya menerima masyarakat, maupun mahasiswa, serta kalangan lain yang ingin memanfaatkan tanaman toga untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
"Lewat cara ini kami mengedukasi masyarakat, terutama mewariskan ilmu kepada generasi Milenial agar mengetahui ragam manfaat tanaman obat. Di sini ada 200an jenis tanaman, seperti daun sembung, daun Meniran, dan temulawak," katanya.
Wahyu menambahkan, di tempat ini ada berbagai menu minuman herbal dan makanan tradisional yang ditawarkan untuk pengunjung. Untuk minuman herbal tersedia varian jamu, yang dapat menambah stamina tubuh, mengurangi kadar kolesterol, hingga penyakit jantung. Terkait menu makanan tradisional yang disiapkan, yakni berupa aneka botok hingga sayur lodeh.
Turut hadir di tempat ini, Kepala Kelurahan Banaran, Dumadi.
Ia melanjutkan, dengan dukungan pemerintah daerah setempat, maka pendirian Taman Toga Wahyu Alam dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Kampung Kreatif Independen (Kampung Keren) di Kota Kediri.
"Di Kelurahan Banaran ini, ada tiga upaya dalam mewujudkan Kampung Keren. Selain Taman Toga Wahyu Alam, ada pula UMKM Rajut milik Mbak Dianing, dan satu lagi Taman Hijau sebagai area publik," katanya.
